Sidang Ditunda, Herry Melenggang Dari Lapas Sukamiskin

  • 0 comments

BANDUNG, Ekpos.Com --- Karena melewati batas penahanan 150 hari,  yang jatuh tanggal 31 Oktober 2020 kemarin, Herry Nurhayat, terdakwa rasuah pengadaan lahan Ruang Terbuka Hijau (RTH), melengang keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin Bandung, Minggu (01/11/2020) pukul 08.00 WIB.

Sedianya, Herry Nurhayat menjalani sidang vonis bersama-sama dua terdakwa lainnya, Kadar Slamet dan Tomtom Dabbul Qomar. Namun saat itu majelis hakim yang diketuai T Benny Eko Supriyadi, hanya melaksanakan sidang vonis untuk terdakwa Kadar Slamet dan Tomtom. Sedangkan untuk terdakwa Herry Nurhayat, majelis menundanya hingga Rabu tanggal 4 November 2020.

Penasehat hukum Herry, Airlangga Gautama, membenarkan klienya dilepas sesuai dengan ketentuan pasal 26 ayat (4) jo pasal 29 ayat (6) KUHAP.

 “Setelah 150 hari walaupun perkara tersebut belum diputus, terdakwa harus sudah dikeluarkan dari tahanan demi hukum,” ujarnya.

Menurut Airlangga, dikeluarkannya Herry Nurhayat dari tahanan Lapas Sukamiskin juga sesuai ketentuan pasal 6 ayat (3) Permenkumham No. M.HH-24.PK.01.01.01 tahun 2011 tentang pengeluaran tahanan demi hukum. Masa penahanan 150 hari kliennya,  jatuh pada tanggal 31 Oktober 2020 kemarin.

“Sebab melewati itu, majelis hakim tak memiliki wewenang untuk melakukan penahanan dan harus memerintahkan untuk mengeluarkan terdakwa dari tahanan,” ujar Airlangga, saat dihubungi wartawan.

Diungkapkan, total masa penahanan kliennya 150 hari, yakni 90 hari (vide pasal 26) ditambah 60 hari (vide pasal 29). Karena telah melewati itu, tentu tidak dapat lagi diperpanjang.

 “Sesuai ketentuan pasal 26 ayat (4) jo pasal 29 ayat (6) KUHAP, setelah masa penahanan habis, maka terdakwa harus dikeluarkan demi hukum. Yang jelas, klien saya akan mengikuti proses persidangan hingga akhir,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari KPK maupun PN Tipikor Bandung. Begitu pula Koordinator jaksa KPK Haerudin, belum menjawab konfirmasi yang dikirimkan wartawan melalui aplikasi pesan Whats App. *

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet