Seorang Staf Disnaker Kota Bandung Meninggal Dunia Akibat Covid-19

  • 0 comments

BANDUNG, Ekpos.Com --- Kantor Pelayanan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung Jalan, RAA Martanegara Nomor 4, Kota Bandung, ditutup sementara waktu sejak Selasa (17/11/2020) hingga Senin (23/11/2020) untuk dilakukan tracing dan sterilisasi, menyusul salah seorang staf meninggal dunia karena terpapar covid-19, Sabtu (14/11/2020) lalu.

Di pintu kantor Disnaker terpasang tulisan berbunyi "Sehubungan Sedang Dilakukan Trackingcovid-19 di Lingkungan Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung, Maka Seluruh Pelayanan Dihentikan Sementara Sampai Tanggal 23 November 2020".

Kadisnaker Kota Bandung, Arief Syaifudin membenarkan, salah seorang stafnya yang meninggal dunia akhir pekan lalu. Korban merupakan petugas mediator yang selama ini menangani perselisihan antara pekerja dan pengusaha. Selain karena terpapar covid-19, almarhum pun diketahui memiliki penyakit penyerta (comorbid) yaitu, Diabetes Melitus.

Arief menjelaskan, selain almarhum, terdapat juga salah seorang staf di bagian lainnya yang juga terkonfirmasi positif covid-19 akibat tertular dari pasangannya yang lebih dulu terpapar. Hingga saat ini staf tersebut, tengah menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Bandung.

"Sebagai upaya pencegahan penularan, kami telah berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung untuk dilakukan tracing dan sterilisasi kantor, serta telah dilakukan pemeriksaan swab test terhadap 23 orang pegawai yang diketahui kontak erat dengan almarhum. Kemarin juga ditemukan kembali karyawan yang positif tapi di bidang berbeda. Kami pun telah melakukan swab kedua bagi karyawan tersebut serta tracing, dan hasilnya belum keluar, tapi kami berharap mudah-mudahan tidak bertambah dan Senin (23/11/2020) sudah dapat beraktivitas di kantor seperti biasa," ujarnya saat dihubungi melalui telepon. Kamis (19/11/2020).

Arief menuturkan, dirinya saat ini terus memberikan penguatan psikologis kepada para pegawai Disnaker Kota Bandung. Sebab, menurutnya, kejadian tersebut cukup berdampak bagi gangguan kesehatan dan psikologis dari para pegawainya. 

"Ya saya terus berupaya menenangkan para pegawai, karena bagaimanapun kondisi ini cukup berat untuk diterima siapapun, termasuk bagi pegawai kami yang saat ini merasa gelisah dan kekhawatiran akan terpaparnya covid-19," ujarnya.

Arief menambahkan, akibat hal tersebut, dirinya menghentikan sementara waktu pelayanan langsung terkait mediasi perselisihan antara pekerja dan perusahaan, termasuk pelayanan kartu pekerja AK-1 atau kartu kuning. Karena, sebanyak 70 pegawai Disnaker tengah menjalani WFH sesuai arahan dari Gugus Tugas covid-19 Kota Bandung. 

"Jadi yang dihentikan sementara adalah layanan mediasi perselisihan. Sedangkan untuk pelayanan AK-1 tetap berjalan secara daring, yang dapat diakses masyarakat  melalui aplikasi BIMMA (Bandung Integrated Manpower Management) atau di website http://disnaker.bandung.go.id. Selain itu, kami pun akan mengadakan kegiatan job fair (bursa kerja) yang akan diselenggarakan secara online, Insya Allah tanggal 25 November nanti," jelasnya. bg

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet