Sengketa Perbatasan Tanah Translok antara LVRI dan Pensiunan Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) di Garut Selatan Akhirnya Menuai Titik Terang

  • 0 comments

GARUT, Ekpose.Com- Lembaga LVRI dan Pensiunan AURI (TNI AU) bertemu untuk menyelesaikan persengkataan batas tanah translok di Desa Samudara Jaya Blok Negla Batu Curi, kecamatan Caringin, Kabupaten Garut.

Perjalanan panjang persengkataan batas tanah antara LVRI dan pensiunan AURI yang berlarut-larut dari tahun 1998 akhirnya terselsaikan dengan baik dan diterima oleh kedua belah pihak dengan legowo, di tengahi oleh Dr. Hc. Nurseno SP Utomo sebagai pendamping dari LVRI.

Dalam surat peryataan yang disepakati oleh pihak ke 1, perwakilan dari pensiunan AURI (TNI AU) Kol. Purn Ismunandar, Maman W dan pihak ke2 perwakilan dari LVRI Purn TNI AD Wawan Suherman, Purn TNI AD. I Supardi, Didin Jaelani dan diketahui ADIN sebagai ketua RW 09 Pasir Kaliki.

Hasil Kedua belah pihak bersepakat bahwa lokasi tanah LVRI di sebalah utara dan Pensiunan AURI di sebelah barat dari Jl Blok Negla. Dalam kesepakatan tersebut kedua belah pihak berkomitmen untuk tidak akan memperpanjang persengketaan batas tanah di Blok Negla antara LVRI dan pensiunan AURI.

"Semoga dalam islahnya sengketa perbatasan tanah antara LVRI dan pensiunan AURI tidak ada oknum-oknum yang memanfaatkan situasi yang telah terkondisi dengan baik untuk kepentingan sesaat dan semoga kedepannya ada kemakmuran, kerukunan, kedamaian, yang dj rasakan bersama oleh kedua belah pihak", Ujar Anggota LVRI, Didin Jaelani,dalam keterangannya, Jumat (25/9/2020)..

Perwakilan Lembaga Veteran Republik Indonesia (LVRI) Purn TNI AD. Wawan Suherman, menambahkan, hasil dari kesepakatan persengketaan batas jalan antara LVRI dan pensiunan AURI sudah selesai dan sepakat dari selatan sampai ke utara (batas jalan) tanah pensiunan AURI dan dari jalan ke sebelah utara tanah milik LVRI.

Sementara itu, perwakilan Purnawirawan TNI AU (AURI) Kol Purn. Ismunamdar, berharap hasil dari penetapan batas tanah antara LVRI dan pensiunan AURI akan membawa kelancaran, kebarokahan dan kerohmatan bagi  semua.

"Dan saya harapkan untuk kedepannya tidak ada lagi kesalah pahaman antara kedua belah pihak. Adapun selanjutnya untuk kepemilikan tanah tersebut di kelolala oleh masing-masing lembaga" ucapnya. (Adero)

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet