Pembangunan Kolam Retensi Gedebage Menggantung

  • 0 comments

BANDUNG, Ekpos.Com--- Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk membangun kolam retensi di lokasi Pasar Gedebage Kecamatan Panyileukan Kota Bandung, tidak jelas alias menggantung karena terkendala status tanah.

Akibatnya proyek senilai Rp. 5.247.444.493,72 tersebut hingga saat ini masih belum jelas kapan akan dilaksanakan. Padahal, PT. Areabangun Putra Sejati, sebagai pemenang lelang sudah siap untuk melaksanakan pembangunan.

Namun, ketika akan dibangun tanahnya diduga bermasalah karena milik PT. Ginanjar Saputra sebagai pemegang hak pengelola pasar induk Gedebage.

Direktut Utama PT. Ginajar Saputra Drs. H.U Hertianto, SH, MBA msebagai pemegang hak pengelolaan pasar Induk Gedebage mengatakan, proyek kolam retensi  akan dibangun di atas tanah seluas 2.806 M2. Lokasi tanahnya berada di fasilitas sosial dan fasilitas umum (Pasos/Pasum) pasar induk Gedebage milik PT. Ginanjar Saputra.

“ Sebagai pemegang hak kelola tanah saya belum pernah mendapat pemberitahuanmaupun diajak bicara sebelumnya oleh Pemerintah Kota Bandung. Tiba tiba, saja pemborong memasang gedeg seng dan menggaris tanah,” ujarnya ketika ditemui dikantor, Senin (28/9/2020) lalu.

Dikatakan Hertianto, karena pemborong sebagai pemenang lelang juga, ketika akan melaksanakan pembanguannya tanpa permisi terlebih dahulu, maka di komplen PT Ginanjar dan untuk sementara dihentikan.

“Dengan kondisi itu, saya sangat menyayangkan, dan saya menilai Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung, tidak matang dalam perecanaan pembangunan kolam retensi dengan inilai proyek miliaran rupiah,” katanya.

Namun dirinya tidak apriori atau menyalahkah siapapun. Ia melihat koordinasi pihak DPU Kurang baik, dan tidak matang dalam perencanaanya. Seharusnya DPU, sebelum melakukan lelang memberitahukan hal tersebut kepada dirinya sebagai pemegang hak PT. Ginanjar pengelola pasar Gedebage.

“Kami baru diundang , setelah menghentikan pemborong dan itu pun  di undang secara mendadak oleh DPU,” ujarnya.

Hertianto memaparkan, sejak membeli tanah hingga berdirinya pasar induk Gedebage ada perjanjian dengan Pemkot Bandung saat itu, untuk menyerahkan Sebagian Pasos Pasumnya. Namunia juga bingung pasos pasum yang mana harus diserahkan kepada Pemkot Bandung, apalagi untuk pembangunan kolam retensi.

“Kenapa, belum diserahkan karena saat pelepasan hak ada sedikit persoalan. Dari tim hukum PD. Pasar juga sudah ada kajian. Maka, belum sepenuhnya diserahkan ke Pemerintah, apalagi untuk area kolan retensi,” tuturnya.

Diungkapkan Hertianto, sepanjang rencananya baik, tidak ada persoalan dan dirinya tidak akan menghalang – halangi karena yang punya kewenangan adalah Pemerintah. Pihaknya selaku orang bisnis bisa apa.

“Akan tetapi sebagai pemegang hak yang sah, seperti izin lokasi saya, izin pengeloaan saya, izin IMB saya dan yang menbayar PBB saya setiap tahun. Jadi bagaimana juga, DPU harus menghargai saya jangan seenaknya,” katanya.

Kepala Bidang (Kabid) Pengairan dan Bina Marga DPU Kota Bandung, Yul Zulkarnaen, Ketika dikonfirmasi menyatakan tidak ada persoalan.

“Karena, rencana pembangunan kolam retensi di lokasi area tanah pasar Gedebage sesuai berita acara penyerahan Pasos Pasum, kepada Pemkot Bandung, saat Walikotanya Dada Rosada. Kemudian, saat Ridwan Kamil ditindak lanjuti. Selain itu, malah pihak pengelola pasar Gedebage PT. Ginanjar Saputra sudah menyetujuinya,” tutur Yul, Senin (5/10/2020) lalu.

Saat dikonfirmasi wartawan via telepon selulernya terkait benar atau tidaknya PT Ginanjar Saputra menyetujui  rencana pebangunan tersebut, Hertianto tidak memberikan keterangan secara jelas.

 “ Saya tidak punya kafasitas untuk menolak atau menyetujui program Pemerintah. Hingga sekarang ini saya tidak pernah diminta persetujuan dari pihak manapun. Saya juga tidak pernah mengeluarkan surat atau pernyataan persetujuan apapun,” tegas Hertianto.

 PT. Areabangun Putra Sejati, selaku pemenang lelang hingga berita ini diturunkan belum bisa di temui untuk diminta konfirmasinya. 

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet