Kecewa Sikap Direksi, Ratusan Pensiunan PTPN VIII Adukan Nasib ke DPRD Jabar

  • 0 comments

BANDUNG, Ekpos.Com --- Kecewa akan sikap Direktur Utama (Dirut) Muhamad Yudayat yang tidak kooperatif, ratusan pensiunan PTPN VIII yang tergabung dalam Forum Komunikasi Purnkarya Perkebunan Nusantara (FKPPN) Jabar Banten mengadukan nasibnya ke DPRD Jabar.

Mereka merasa kerap dipermaikan oleh managemen PTPN ketika menuntut hak uang santunan hari tua (SHT) yang sudah tiga tahun tidak. Yang mereka dapatkan hanya janji dan janji saja, namun kepastian tuntutannya tidak pernah didapatkan.

Menurut Ketua FKPPN, Eeng, pihaknya sudah mencoba melakukan langkah secara kooperatif ke pihak manajemen dan meminta untuk dapat beraudensi langsung dengan Dirut hingga akhirnya mereka mendapatkan undangan untuk bertemu. Namun dalam kenyataanya bukan detrima Dirut, melainkan oleh Direktur keuangan, Hariyanto dan secretaris perusahaan Naning.

“ Kami memang pernah diundang awal Agustus 2020 untuk melakukan musyawarah, namun bukan diterima Dirut. Sehingga ketika kami sampaikan apa yang menjaqdi tuntutan kami, mereka berkelit dengan alasan bukan penentu kebijakan ya untuk apa dilanjutkan,” kata Eeng saat dihubungi lewat telepon selulernya, Kamis (19/11/2020).

Untuk kali kedua Eeng pun menerima undangan dari perusahaan bulan September, namun saat mereka dalam perjalanan pertemuan dibatalkan sepihak oleh perusahaan dengan alasan Dirut ada tugas luar, sehingga mereka pulang kembali dengan kecewa.

“ Katanya kita diundang, eh pas kita di perjalanan dibatalkan secara sepihak,” ungkap Eeng.

Harapan pun kembali datang ketika mereka kembali mendaptklan undangan dari perusahaan untuk kembali bermusyawarah, tepatnya sekitar minggu ke dua November. Namun hasil yang didapat malah lebih mengecewakan. Dirut meninggalkan tempat musyawarah tanpa kejelasan dan keputusan.

“ Saat itu pertemuan dihadiri Dirut dan Direktur Keuangan, namun saat kami mencoba untuk memaparkan solusi terkait SHT, Dirut malah menganggap kami ikut intervensi pada kebijakan dan langsung meninggalkan pertemuan. Hasilnya kembali gagal. Kami sangat kecewa dengan sikap Dirut yang tidak kooperatif dan seolah tidak menganggap keberadaan kami,”jelas Eeng.

Karena merasa tidak diperhatikan oleh managemen PTPN, akhirnya mereka pun mengadukan nasibnya ke DPRD Jabar dan diterima langsung oleh Ketua Komisi V, Dadang Kurniawan dan Didi serta Lina dari komisi II.

Dalam pertemuan tersebut Dadang berjanji untuk memanggil Dirut PTPN dan meneruskan aspirasi FKPPN ke DPR RI pusat dan menteri BUMN jika Dirut tidak dapat menyelesaikan persoalan tersebut.

Sementara itu pihak PTPN saat dikonfirmasi terkait tuntutan FKPPN,  terkesan saling tunjuk.

“ Kami telah sepakat yang akan memberikan keterangan terkait hal iyu silahkan hubungi Corsek (corporate secretary),” kata Hariyanto saat dihubungi via telepon selulernya.

Hal serupa juga dilontarkan corsek, Naning, ia dan jajaranya berdalih sedang ada acara di luar.

“Mohon maaf saya sedang ada acara di luar, untuk press rilisnya besok saya kasih,” kilahnya yang juga ia sampaikan melalui telepon selulernya. bg

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet