UIN Bandung Anugrahkan Doktor HC Kepada Mantan Menpan-RB

  • 0 comments

 

Bandung,Ekpos.com – Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung menganugrahkan Doktor Honoris Causa (HC) kepada Mantan Menpan-RB,  Komjen Pol( Purn) Syafruddin melalui sidang senat  terbuka. Kamis (15/10/2020). di gedung Anwar Musaddad,Jalan AH.Nasution No.105 Bandung, Jawa Barat..

Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si, bertindak sebagai Ketua Promotor, Prof. Dr. H. Izam Fautanu, M.Ag. dan Prof. Dr. H. Ah. Fathonih, M.Ag., sebagai Co-Promotor.

Dalam sambutannya Rektor mengucapkan terima kasih kepada Komisaris Jenderal Purnawirawan Syafruddin yang berkenan menerima penganugerahan gelar Honoris Causa dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Ada banyak faktor yang mendasari penganugerahan gelar kehormatan ini kepada Komjen Syafruddin, di antaranya:

Pertama, Dalam banyak hal, Komjen Syafruddin telah berdedikasi bagi bangsa dan negara ini. Berbagai jabatan yang pernah diembannya selalu berhubungan dengan pembangunan bangsa Indonesia, mulai kiprahnya di kepolisian, sebagai menteri kabinet kerja Presiden Joko Widodo, dan menjalankan organisaisi kemasyarakatan. Termasuk penyelesaian konflik di beberapa kawasan di Indonesia, Komjen Syafruddin terjun langsung bersama Bapak M. Jusuf Kalla, seperti dalam penyelesaian kasus Poso, Ambon, dan Aceh.

Kedua, Dari sisi pemikiran dan gagasan, Komjen Syafruddin memiliki kesinambungan dengan visi, misi, dan tagline UIN Sunan Gunung Djati Bandung Wahyu Memandu Ilmu yang mengambil jalur moderat dalam mengambil paradigma pengetahuan. UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggabungkan paradigma teosentris dan antroposentris dalam pengembangan pengetahuan, sejalan juga dengan gagasan Komjen Syafruddin yang tidak sepakat dengan hanya mengedepankan paradigma antroposentris dalam teori dan praktik hubungan internasional.

Ketiga, Dari segi keagamaan dan beragama, gagasan Komjen Syafruddin gayung bersambut dengan program terstruktur UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang mengembangkan moderasi beragama. bukan sekadar moderasi berislam, melainkan moderasi beragama, sehingga semua agama sama-sama mengembangkan pemahaman moderat dalam sikap keagamaannya. Sejak tahun 2019 lalu, diresmikan oleh Bapak Menteri Agama, kami telah memiliki rumah moderasi beragama, tempat dimana sarjana-sarjana lulusan kami dibekali pengetahuan keislaman yang mendalam dan sikap keberagamaan yang moderat.

Keempat, Kiprah dalam konteks kemasyarakatan tingkat nasional beliau diamanahi sebagai Wakil Ketua Umum dan sekaligus Ketua Harian Dewan Masjid Indonesia, sehingga motto beliau memakmurkan masjid dan dimakmurkan masjid. Masjid bagi UIN Sunan Gunung Djati Bandung bukan hanya sebagai tempat ibadah, ritual, tapi sebagai pusat gerakan ekonomi, keilmuan dan peradaban.

Kelima, Kiprah diplomasi di dunia internasional, Komjen Syafruddin memiliki andil besar dalam proses perdamaian dan penyelesaian konflik di banyak kawasan negara-negara muslim. Selain itu, di organisasi internasional Islam, Komjen Syafruddin memiliki peran dan kiprah besar sehingga beliau diamanahi oleh Liga Dunia Islam untuk memimpin pembangunan Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad SAW dan peradaban islam. Hal ini pun sejalan dengan visi besar kami untuk berkontribusi dalam kajian sejarah dan peradaban Islam dunia. Tadi sebelum acara ini, di kampus dua UIN Sunan Gunung Djati Bandung, telah dimulai pembangunan Gedung Pusat Riset Sejarah Rasulullah SAW dan Peradaban Islam. Setelah semua pencapaian akademik, dimana kami secara institusi terakreditasi A, perpustakaan kami juga terakreditasi A, pada tahun ini, di lingkungan PTKIN se-Indonesia menjadi yang terbaik versi webometrics. bahkan yang juga sangat kami banggakan, versi scimago institutions rangking, menjadi universitas peringkat kesatu secara nasional dan ke 53 di Asia pada tahun 2020 di bidang riset. Pengakuan akademik dari lembaga internasional dan pencapaian prestasi ini tentu harus dijaga, ditingkatkan dan diperluas lagi.

Pusat riset sejarah Rasulullah SAW dan Peradaban Islam akan menambah dan memperluas kontribusi UIN Sunan Gunung Djati Bandung bagi umat islam di Jawa Barat, Indonesia dan dunia. Salah satu putra terbaik bangsa di bidang hubungan internasional, Komjen Syafruddin, diyakini akan semakin memantapkan kiprahnya secara personal baik di level nasional maupun internasional, juga kami akan semakin meluaskan peran tridharma perguruan tinggi.

Berdasarkan sejumlah alasan tersebut, UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan civitas akademika melalui rapat senat bersepakat untuk menganugerahkan gelar doctor kehormatan kepada Komjen Syafruddin atas kiprahnya, baik dalam taran praktik secara langsung maupun akademik dalam aktivitas hubungan internasional Islam.

Ketua Senat  UIN SGD Bandung Prof.Dr. Nanat Fatah Natsir dalam sambutannya mengatakan, mantan Wakapolri itu mendapatkan gelar HC dari Fakultas Syari'ah dan Hukum. Tema orasi ilmiahnya adalah 'Transformasi Paradigma Hubungan Internasional Islam Menuju Tatanan Masyarakat Dunia yang Damai'.

Mantan Menteri Pan-RB ini merupakan orang ke-6 yang mendapatkan gelar doktor kehormatan dari UIN Sunan Gunung Djati. Nanat mengatakan merupakan suatu kehormatan gelar HC diberikan ketika UIN Sunan Gunung Djati dibawah kepemimpinan Syafruddin, meraih prestasi yang gemilang. 

Dasar pemberian kepada Syafruddin  mendapatkan HC yakni karena tawaran pandangan atau gagasan pola hubungan internasional yang tidak sekadar berbasis pada pengetahuan konvensional Eropa atau Barat, melainkan berbasis pada paradigma pengetahuan lain yang terkandung dalam siasah dauliyah atau ilmu hubungan internasional Islam. 

Melalui pengabdian dan pemikiran dari berbagai posisi strategis yang pernah diemban, pria kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, pada 12 April 1961 ini menawarkan gagasannya melalui karya-karya akademik dan karya nyata. 

Dalam bukunya Paradigma Hubungan Internasional Islam, Syafruddin menyampaikan pandangan moderat antara paradigma yang terlalu materialistis dengan siasah dauliah. Syafruddin memandang hubungan internasional bukan sekedar penerapan taktik strategi melainkan pengedukasian nilai luhur agama dan budaya. 

Kemudian dalam bukunya Politik Hukum Islam Indonesia, Syafruddin menawarkan gagasan bahwa bangsa Indonesia perlu mengokohkan pengamalan agamanya untuk membentuk jatidiri bangsa yang lebih terhormat di mata dunia internasional. Lalu dalam buku kebangsaan, Syafruddin mengatakan bahwa Indonesia dapat menjadi lokomotif peradaban dunia dengan tetap berpijak pada nilai-nilai keindonesiaan, yaitu religius, gotong royong, dan cinta pada tanah air.

Dalam orasi ilmiah Syafruddin mengatakan penganugerahan gelar doktor kehormatan ini diharapkan dapat mengukuhkan dan memperdalam cara pandang membangun peradaban, khususnya dalam konteks hubungan dunia internasional yang islami.

"Gagasan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan seluruh umat manusia akan terciptanya tatanan global untuk hidup berdampingan secara damai. Diperlukan upaya terobosan transformasi paradigma hubungan internasional yang mapan, menyeluruh dan berdasarkan pada nilai-nilai agama dalam hal ini Al Islam," tegas Syafruddin.

Terungkap dalam sejarah  UIN Sunan Gunung Djati Bandung sudah lima kali memberikan Doktor Kehormatan (Doctor Honoris Causa) kepada tokoh yang berjasa atas prestasinya. Pertama, Dr. KH. M. Shalahuddin Sanusi, Drs., mantan Rektor IAIN Sunan Gunung Djati Bandung periode 1973-1977. Kedua, Prof. Dr. (HC) KH. Acep Djazuli, Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Ketiga, Dr. (HC) A. Helmy Faishal Zaini, S.T., M.Si.,, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) periode 2009 – 2014. Keempat, Dr. (HC) Ahmad Heryawan, Lc., M.Si., Gubernur Jawa Barat periode 2008-2018. Kelima, Komjen Pol. (Purn) Dr. (HC). H. Syafruddin,M.Si***(han) 

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet