Yenny Wahid: Harlah Muslimat Jadi Momentum NU Bangkit Bela Bangsa

  • 72 views
  • 0 comments
Yenny Wahid: Harlah Muslimat Jadi Momentum NU Bangkit Bela Bangsa

Bandung. Ekpos.com

Ketua Panitia Harlah ke-73 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU),Yenny Wahid, menyatakan peringatan hari lahir yang dihadiri 100 ribu lebih ibu-ibu Muslimat di Gelora Bung Karno menjadi momentum bagi NU dan Muslimat untuk bangkit membela bangsa. NU dan Muslimat harus menunjukkan mayoritas umat Islam di Indonesia toleran dan moderat.

"Sudah saatnya NU dan termasuk Muslimat bangkit membela bangsa dan melakukan perlawanan. Saya bilang, The Silent Majority is Now Declare as The Noisy Majority. Mayoritas yang diam sekarang telah menjadi mayoritas yang bersuara. Itu sikap keluarga besar NU melihat kondisi kebangsaan hari ini,” kata Yenny dalam keterangan yang diterima redaksi, Selasa (29/1).

Peringatan Harlah Muslimat NU di GBK pada Minggu(28/1) dihadiri oleh Presiden Jokowi dan isteri, Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siradj, Ketua Umum PP Muslimat Khofifah Indar Parawansa, serta para sesepuh NU dan beberapa menteri KabinetKerja.

Yenny tak menampik jika ada yang menyebut peringatan Harlah Muslimat yang mendatangkan seratusan ribu anggota Muslimat ke Jakarta sebagai manuver politis. 

"Politisnya bukan politis praktis. Kita lebih pada tataran kebangsaan. Kita ingin menguatkan Aswaja (ahli sunnah waljamaah) karena bisa menjawab tantangan-tantangan yang dihadapai komunitas Islam di Indonesia dan bahkan di dunia. Sebab di dalam Aswaja terkandung nilai-nilai tasamuh (toleran), tawasuth (moderat), tawazun (seimbang) dan i’tidal (adil)," kata putrikedua KH Abdurrahman Wahid itu.

Menurut Yenny, ada dua tujuan utama harlah digelar di Jakarta. Pertama, Muslimat melihat ada suasana tegang di tengah masyarakat menjelang Pilpres 2019.

"Kita mengajak ibu-ibu Muslimat untuk meredakan ketegangan tersebut dengan cara memanjatkan doa bagi keselamatan bangsa," ungkapnya.

Kedua, kata dia, Muslimat dan NU ingin menunjukkan bahwa mayoritas umat Islam di Indonesia merupakan umat yang toleran dan moderat.

"Jadi sebenarnya Harlah Muslimat kali ini merupakan upaya menunjukkan kepada masyarakat agar jangan ragu tentang identitas umat Islam di Indonesia. Sesungguhnya umat Islam di Indonesia itu umat yang toleran dan cinta damai," kata pemilik nama asli Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid itu.

NU sebagai salah satu ormas Islam terbesar di negeri ini, selama ini lebih memilih diam di saat bertebaran hoax, ujaran kebencian, dan bahkan fitnah.

"Sekarang tidak boleh lagi diam. Kami juga ingin bersuara. Sebab kami yang jumlahnya banyak memiliki ideologi yang jelas, sikap kami juga jelas dalam hal membela negara. Demikian juga kecintaan kami kepada tanah air sangat jelas, terartikulasikan dengan melihat militansi ibu-ib uMuslimat yang datang ke GBK," ujar dia.

Meski NU selama ini memilih diam, Yenny meyakini bahwa keberadaan NU tetap menjadi faktor sehingga Indonesia tetap aman. Para kiai dan ulama NU terus berikhtiar agar masyarakat tetap tenang dan tak mudah termakan hoax atau ujaran kebencian.

"Kalau tidakada NU dengansemua banonnya (badan otonom), bisa jadi konflik sudah pecah," tandasnya. [lanie]

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet