Yana: Terkait Kebakaran Pasar, Perlu Ada Audit Instalasi Listrik

  • 0 comments

BANDUNG Ekpos.Com--- ‎Wakil Walikota Bandung Yana Mulyana mengatakan, perlu adanya audit terhadap instalasi listrik di tempat-tempat publik.  Hal tersebut diungkapkan Yana, saat ia meninjau lokasi Pasar Ujungberung, Jalan AH Nasution Bandung pada Senin (10/6/2019) yang terbakar selama lebih dari 5 jam pada Minggu (9/6/2019).

Berdsasarkan laporan yang diterimanya, penyebab kebakaran diduga korsleting listrik di lapak penjual buah yang bersebelahan dengan penjual petasan sehingga api membesar.

"Saya imbau PLN juga enggak mudah melakukan penyambungan dan terfokus ke meteran saja. Jadi harus dilihat dalma (instalasinya) juga. Karena di dalam, instalasi listrik sepintas kurang baik," ujar Yana.

Dikatakannya, kebakaran Pasar Ujungberung ini merupakan kebakaran pasar kedua di bulan Juni. Sebelumnya, api membakar Pasar Kosambi di Jalan Ahmad Yani saat bulan puasa dan kerugiannya mencapai Rp 20 miliar. Berkaca pada dua kasus itulah ia menganggap perlu ada evaluasi.

"Saya pikir harus ada standar minimal jika terjadi kebakaran," katanya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung, Dadang Iriana menjelaskan, titik api berasal dari kios buah‎ yang lokasinya berada persis di pinggir jalan.

"Informasi yang kami terima penyebabnya korsleting listrik di kios toko buah. Karena lokasinya bersebelahan kios yang menjual petasan, percikan apinya langsung menyulutnya hingga mengakibatkan api langsung membesar. Tadi ada ledakan diduga karena mesiu," ujar Dadang.

Dadang Iriana, mengatakan, pihaknya dan pihak terkait seperti PD Pasar dan PLN akan bekerjasama melakukan evaluasi dan penilaian terhadap peristiwa tersebut.

"Ini pelajaran bagi kami dan PD Pasar, khususnya pada peristiwa kebakaran di Pasar Ujungberung dan Kosambi. Secepatnya akan kami lakukan Assesment terhadap pasar-pasar bekerja sama dengan PLN untuk meminimalisir peristiwa dan dampak kebakaran," kata Dadang Iriana, Senin (10/6/2019).

Penilaian tersebut berkaitan dengan pihak PLN, alasannya, rata-rata penyebab kebakaran ialah karena hubungan pendek arus listrik dan masih ada pedagang yang menyepelekan dan lalai terhadap kelistrikan.

Selain arus listrik, Dadang juga akan melakukan evaluasi terhadap jalur evakuasi di pasar yang ada di Kota Bandung serta penyediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

"Penyediaan APAR ini sangat penting di setiap Pasar yang ada. Jadi jika ada kebakaran, sebelum pemadam tiba di lokasi, pihak Pasar dan PD Pasar bisa mengendalikan api," katanya.

Ia mengatakan, dari total 720 kios yang ada di Pasar tersebut, ada sekira 200 kios yang  mungkin terbakar. Kemungkinan kios yang terbakar mencapai 200-0an kios, 400 kios lainnya berhasil diselamatkan dari kobaran api.

"720 kios tersebut merupakan kios resmi dan 60an kios tidak resmi yang semuanya terbakar," lanjutnya.

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet