WFH di Kota Cirebon Diperpanjang Hingga 29 Mei 2020

  • 0 comments

CIREBON, Ekpos.Com--- Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon memperpanjang masa belajar anak sekolah di rumah diperpanjang. Guru, tenaga kependidikan, tenaga administrasi dan siswa diminta melakukan aktivitas dari rumah masing-masing. Pelaksanaan Work From Home (WFH) dan belajar di rumah diperpanjang dari 13 April 2020 hingga 29 Mei 2020.  

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Irawan Wahyono, keputusan tersebut tertuang melalui Surat Edaran Nomor 443/022 Disdik tentang Penyesuaian Pelayanan Penyelenggaraan Pendidikan Dalam Rangka Pencegahan Penularan dan Penyebaran Infeksi Coronavirus Disease (Covid-19) di Kota Cirebon. Surat edaran tersebut ditandatangani langsung Wali Kota Cirebon, H Nashrudin Azis. 

“Perpanjangan masa belajar di rumah diambil setelah mempertimbangkan sejumlah hal,” ungkap Irawan, Kamis (9/4/2020).

Di antaranya penyebaran Covid-19 yang hingga kini belum menunjukkan tanda penurunan. Selama masa belajar di rumah, guru, tenaga kependidikan, tenaga administrasi atau karyawan dan siswa diminta untuk benar-benar melakukan aktivitas dari rumah masing-masing.

Kepala sekolah, lanjut Irawan, juga diminta untuk melakukan pengaturan piket secara proporsional, atau paling banyak 30 persen dari jumlah guru, tenaga kependidikan dan karyawan. Ini dikarenakan satuan pendidikan memiliki fungsi memberikan layanan publik, seperti ijazah sekaligus memiliki kewajiban untuk menjaga atau memelihara aset sekolah.

“Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 di satuan pendidikan,” ungkap Irawan.

Selain itu, satuan pendidikan sebagai komponen masyarakat yang terdidik juga diminta untuk melakukan peningkatan sosialisasi tentang pencegahan penularan dan penyebaran Covid-19 kepada seluruh warga sekolah dan masyarakat. Sosialisasi tersebut dapat dilakukan dengan pemasangan spanduk di gerbang sekolah.

Sedangkan sosialisasi kepada warga sekolah dapat dilakukan melalui pesan yang dapat disisipkan pada saat pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) daring.

“Hal khusus yang selalu disampaikan adalah agar selalu menjaga kebersihan, tidak melakukan aktivitas di luar rumah kecuali sangat penting serta melakukan social distancing,” ungkap Irawan.

Sementara itu, menyinggung penggunaan dana BOS di masa penyebaran Covid-19 ini, menurut Irawan, tetap mengacu pada surat edaran Mendikbud No 3 tahun 2020 tentang pencegahan Covid-19 di lingkungan pendidikan. “Anggaran BOS bisa dialihkan untuk kegiatan pencegahan Covid-19,” ungkap Irawan.

Di antaranya dibangunnya beberapa tempat cuci tangan dan penyemprotan disinfektan. “Sekalipun belajar di rumah, lingkungan sekolah harus tetap terjaga kebersihannya,” ungkap Irawan.

Selain itu, perbaikan sekolah yang bersifat ringan juga bisa tetap dilakukan. “Saat ini masih musim penghujan, tentu bisa berpengaruh pada kondisi fisik sekolah,” ungkap Irawan. (Arief)

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet