Warga Tamansari Akan Berjuang Hingga Titik Darah Penghabisan

  • 74 views
  • 0 comments

BANDUNG, Ekpos.Com---Warga Tamansari yang terdampak penggusuran program Rumah Deret, akan terus memperjuangkan hak mereka hingga titik darah penghabisan. Hal tersebut, terkuak saat diadakan syukuran setahun keberhasilan mempertahankan hak-haknya dari berbagai intimidasi dari kaki tangan peguasa dan pengusaha.

“Alhamdulillah hingga saat ini kami masih bisa bertahan mempertahankan tanah hak kami dari kesemena-menaan penguasa. Walaupun sedikit demi sedikit mengalami pengurangan, akibat politik adu domba yang dilakukan oleh penguasa dan antek antek pengusaha,” ungkap Eve (45) warga, Tamansari di sela-sela acara syukuran, di RW 11 Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, (13/7/2018).

Menurutnya, setahun perjalanan mempertahankan hak mereka dari program rumah deret yang konon katanya untuk mensejahterakan warga itu, banyak pengalaman yang mereka petik. Mereka jadi tahu kalau pemerintah Kota Bandung lebih berpihak kepada pengusha atau pengembang ketimbang masyarakatnya sendiri.

“Kalau memang pemerintah peduli pada rakyatnya, tolong jangan rampas hak kami. Ini tanah kami yang kami peroleh dari Himente (pemerintahan Belanda saat itu), itu pernyataan pihak BPN yang sudah kami undang ke sini.  Orang tua kami yang telah berjuang untuk memperoleh tanah tersebut,” jelas Eve yang diamini seluruh mayarakat dari berbagai kalangan yang hadir di acara syukuran tersebut.

Warga RW 11 menilai, Walikota Bandung Ridwan Kamil telah memaksakan kehendaknya untuk mmbangun rumah deret di wilayah tersebut, tanpa mempertimbangkan nasib warganya yang terdampak.

“Adanya Program Kotaku yang dituangkan melalui perwal 665, ada 454 rumah warga yang akan digusur. Katanya untuk mensejahterakan raknya, tapi mana buktinya ? Kalau memang begitu, perlakuan kami sebagai manusia bukannya merampas hak kami. Lahan usaha kami dimusnahkan, diintimidasi, kami diprorak porandakan. Apakah itu yang namanya ingin mensejahterakan rakyat?,” ungkap Eve berapi-api.

Pemkot mengklaim bahwa sejumlah lahan yang ada menjadi milik pemkot setahun bertahanya warga Telah berlangsung kegiatan bertahannya warga masyarakat rumah deret taman sari pada hari jumat  pukul 19.30 wib .yang dihadiri oleh warga setempat.aktivis dan para mahasiswa.

Warga Taansari berharap, terpilihnya pasangan Oded-Yana untuk memimpin Kota Bandung periode 2018-2023, bisa membawa perubahan dan lebih memanusikan mereka dengan pola silaturahi, bukan dengan tangan besi.

“Kai berharap, walikota terpilih bisa melihat bagaimana nasib kami. Datanglah kesini untuk silaturahmi. Kami bukan mau membangkang terhadap program pemerintah. Tapi tolong, perlakukan kami sebagai manusia, hormati hak kami. Mensejahterakan rakyatnya sudah menjadi kewajiban pemerintah,” pungkasnya. (Neng)

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet