Warga Suka Damai Sepakat Tolak Paham Radikal

  • 47 views
  • 0 comments

MUBAR, Ekpos.Com--- Warga Desa Sukadamai, Kecamatan Tiworo Tengah, Sulawesi sepakat menolak segala bentuk penyebaran paham radikal di desanya.

"Kami juga menolak segala bentuk aksi teror dan penyebaran hoax," ujar La Maasi kepada Penrem 143, Jum'at (20/4/2018).

La Maasi yang juga Kaur Pembangunan Desa Suka Damai, berpendapat penyebaran paham radikal, teror dan kabar hoax dapat mempengaruhi hubungan kekeluargaan antar warga di desanya.

"Kami sudah hidup rukun dan damai di sini selama 35 tahun. Kami tidak ingin kedamaian itu terganggu karena paham-paham itu," ujarnya lagi.

Oleh karenananya, La Maasi sangat mengapresiasi penyuluhan Wasbang dan Hukum yang digelar oleh Satgas TMMD ke 101 Muna Barat, karena kegiatan tersebut merupakan langkah antisipatif terhadap masuknya pemahaman sesat itu.

"Sangat bersyukur ada kegiatan oleh TMMD sehingga warga dapat lebih berhati-hati lagi," jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketut Santri, ia mengatakan keharmonisan warga Desa Suka Damai, dapat terpelihara karena warga Desa Suka Damai selalu melaksanakan kegiatan-kegiatan positif.

"Kami hindari hal-hal yang negatif sehingga pemikiran kami hanya yang baik-baik saja," terangnya.

Begitupula Anton Transmigran Asal Madura menyebutkan, memperbanyak silaturahmi adalah salah satu cara untuk menumbuhkan solidaritas dan soliditas.

" Kita perbanyak saja kegiatan saling  mengunjungi dan saling berbagi," jelasnya.(Penrem 143)

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet