Warga Jabar Tolak Kepulangan Eks ISIS ke Indonesia

  • 0 comments

BANDUNG,- Ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Jawa Barat Cinta NKRI, melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (26/2).

Dalam aksi tersebut, berbagai elemen masyarakat Jawa Barat secara tegas menolak rencana kepulangan WNI Eks ISIS. Para pengunjukrasa menilai, ratusan warga yang menjadi anggota ISIS, dianggap telah terpapar paham terorisme.

Penolakan tegas WNI eks ISIS itu, juga dituangkan dalam surat yang ditujukan kepada Presiden RI melalui Gubernur Jawa Barat.

Koordinator aksi, M. Ijudin Rahmat mengatakan untuk menyelamatkan  masyarakat Indonesia dan NKRI, dari paham radikalisme dan terorisme, Aliansi Masyarakat Jawa Barat Cinta NKRI menolak tegas kepulangan WNI Eks ISIS itu.

Menurutnya, masyarakat Jawa Barat menyatakan sikap terhadap  adanya statement sekitar 689 warga negara Indonesia yang telah berikrar menjadi anggota ISIS di negara Irak dan Suriah.

"Tuntutannya kita meminta beliau (Ridwan Kamil) mencabut pernyataannya. Karena 689 WNI ini, telah berikrar menjadi anggota ISIS di negara Irak dan Suriah," ungkap Koordinator Aksi, M. Ijudin Rahmat disela aksi.

Menurutnya setiap warga negara yang telah bersumpah setia kepada negara lain, maka harus dihapus kewarganegaraannya. Apalagi telah diatur dalam UU terorisme no 5 tahun 2018, terkait persoalan tersebut.

"Simpatisan aja yang mendukung ISIS atau teroris bisa dipidanakan, jadi kami sepakat jika Ridwan Kamil tetap menerima warga eks ISIS, maka akan mempidanakannya," ujarnya.

Dikatakannya kepulangan warga Eks ISIS menjadi perhatian, karena telah terpapar oleh ideologi terorisme. Sehingga dikhawatirkan dapat memberikan pengaruh negatif kepada masyarakat Indonesia, khususnya Jawa Barat.

"Bagaimana bisa kita mengorbankan 250 juta rakyat Indonesia, karena ideologi tidak bisa hilang," katanya.

Ijudin menjelaskan bahwa pihaknya mendukung kebijakan Presiden RI yang menolak secara tegas WNI eks ISIS yang kembali ke Indonesia. Sehingga Gubernur Jawa Barat, juga bersama-sama menolak WNI tersebut tanpa syarat apapun.

"Katakanlah yang terpenting tobat, tapi mereka tidak akan benar karena ideologi mereka sudaj tertanam dalam hati dan jiwa. Maka bersama-sama kita selamatkan Indonesia dari paham-paham teroris," tandasnya. {**]

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet