Warga Cianjur Keluhkan Pelayanan Dukcapil

  • 925 views
  • 1 comments

 Cianjur, Ekpos.com

Warga masyarakat kabupaten Cianjur merasa kecewa oleh pelayanan pegawai Dinas Kpendudukan Dan Catatan Sipil (DISDUKCAPIL) Cianjur  sebab, pelayanan yang diberikan oknum pegawai Disdukcapil terkesan pilih kasih dan uang yang harus dikeluarkan tidak sedikit untuk membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kartu Keluarga (KK) maupun Akta Kelahiran  untuk satu permohonan bisa mencapai puluhan ribu rupiah.

Pelayanan yang kurang memuaskan masyarakat diduga banyaknya oknum pegawai Disdukcapil yang menjadi calo guna memperkaya diri sendiri seperti yang terjadi dibagian Catatan sipil jika pemohon mengikuti prosedur yang ada maka dari mulai mendaftar sampai beresnya permohonan bisa berbulan bulan namun jika lewat belakang tidak sampai satu minggu permohonan pembuatan akta kelahiran sudah selelsai, Faktanya beberapa waktu lalu begitu jelas terlihat ketidak profesionalan dipertontonkan  akta kelahiran yang telah dicetak terpampang didepan loket pengambilan baru sampai nomor urut 29321, sementara ditempat lain sakta yang sudah dicetak dengan nomor urut 30020.

Menurut Kepala Seksi Catatan Sipil Dudi Gunawan,dengan alat yang ada kami dapat mencetak sampai 300 lembar akta kelahiaran dan kami berusaha untuk memberi kepuasan dalam segi pelayanan terhadap warga masyarakat dengan pola jemput bola atau memberikan pelayanan ditempat  ketiap kecamtan yang mebutuhkan pelayanan,  menyikapi tercetaknya akta kelahiran dengan jenjang nomor sampai tujuh ratusan bukan disebabkan adanya praktek percaloan yang dilakukan oleh staf kami, tetapi tergantung beres dan tidaknya juga lolos atau tidaknya pemeriksaan dokumen pemohon yang diperiksa oleh  petugas kami, kilahnya.

Ditempat lain, Wiwit warga kecamatan Sukaluyu sejak pagi berangkat dari rumahnya ke kantor Disdukcapil guna mengurus KTP Dan KK karena dia belum mempunyai Kartu Tanda Penduduk maupu Kartu Keluarga namun Wiwit yang kesehariannya mengurus rumah tangga harus pulang dengan penuh kekecewaan karena biaya yang diminta oleh seseorang yang berada dikantor Disdukcapil sebesar Rp 200.000 tentu itu diluar dugaannya sebab, menurut informasi yang diberikan oleh petugas kecamatan pembuatan KK Dan KTP gratis alias tanpa biaya, ujar Wiwit.

Lebih lanjut Wiwit menegaskan, saya merasa heran antara informasi dari pihak kecamatan dan kenyataan yang dialaminya di kantor Disdukcapil sangat jauh berbeda padahal mereka sama petugas pemerintah, entah mana yang benar yang pasti kami selaku warga masyarakat merasa kecewa , tegasnya. (C2R)

Komentar
  • ahmad
  • 30 Okt 2017 10:50:18

Bener sekali bu pelayanan y sangat buruk, sya mau ngambil percetakan ektp ponakan sya. Sya dari rumah jam 5 pagi sampai jam 2 siang gak kunjung selesai malah di kasih surat keterangan. Padahal yang lain di kasih ektp y. Alasan y gak boleh di wakili padahal persaratan y sudah lengkap. Sya sebagai warga sangat lah kecewa,,,,,

Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet