Warga Bandung Diimbau Tidak beli Makanan pembuka Puasa di Zona Merah

  • 1259 views
  • 0 comments

BANDUNG, Ekpos.Com--- Suasana Ramadan di Kota Bandung, terutama mejelang buka puasa, lebih identik untuk dikatakan sebagai tempat kuliner. Hampir di setiap sudut atau pun tempat, dimanfaatkan sejumlah warga untuk menjajakan makanan pembuka puasa.

Namun begitu, warga perlu bijak memilih kudapan apa yang akan disantap saat berbuka. Tak hanya soal kesehatan dan kebersihan, warga Bandung juga harus memerhatikan lokasi penjualan makanan. Warga diimbau untuk tidak membeli jajanan yang berjualan di lokasi zona merah. 

Dalam Perda No 4 Tahun 2011 Pasal 12, Pemkot Bandung memiliki 3 zona PKL. Yakni zona merah, zona kuning dan zona hijau. Zona merah yaitu lokasi yang tidak boleh terdapat PKL, zona kuning yaitu lokasi yang bisa tutup buka berdasarkan waktu dan tempat, zona hijau yaitu lokasi yang diperbolehkan berdagang bagi PKL. 

Zona merah atau tempat yang dilarang untuk berjualan bagi PKL, yakni sekitar tempat ibadah, rumah sakit, komplek militer, jalan nasional, jalan provinsi dan tempat-tempat lain yang telah ditentukan dalam peraturan perundang-undangan. 

Di balik semua itu, berdasarkan hasil pantauan, ada banyak variasi makanan yang bisa dinikmati warga Bandung untuk kudapan berbuka. Mulai dari yang paling tradisional hingga jajanan kekinian. Humas Kota Bandung, menghimpunnya beberapa kuliner kesukaan warga Bandung. Berikut 5 kuliner paling laris di Kota Bandung saat Ramadan ini: 

1. Gorengan

Siapa sangka, gorengan adalah menu jajanan yang banyak diburu warga Bandung ketika berbuka. Biasanya, gorengan menjadi pilihan bagi mereka yang terpaksa berbuka puasa di luar rumah karena beragam aktivitas. Aneka jenis gorengan pun banyak dijajakan, mulai dari bala-bala, gehu, molen, pisang goreng, cireng, singkong goreng, hingga tempe mendoan. 

Tapi hati-hati, ya, wargi, terlalu sering mengonsumsi gorengan juga kurang baik untuk kesehatan. Kandungan minyak di dalamnya berpotensi untuk meningkatkan resiko kolesterol dan gangguan kesehatan lainnya. 

2. Aneka Kolak

Para pakar kesehatan menyarankan untuk berbuka dengan yang manis. Kandungan gula di dalam minuman kolak dapat menggantikan sumber energi yang habis selama berpuasa. Kolak yang banyak dijajakan di pinggir-pinggir jalan biasanya terdiri dari kolak labu, kolak pisang, kolak kolang-kaling, atau kolak ubi. Harganya pun relatif murah, hanya Rp 5.000-8.000 saja. 

3. Sop buah dan salad buah

Es buah masih menjadi salah satu jajanan minuman yang paling banyak dicari. Aneka buah-buahan yang segar diramu dengan air gula dan susu ditambah sedikit es membuat suasana berbuka menjadi lebih menyegarkan. Minuman ini kaya dengan kandungan vitamin yang baik untuk tubuh. 

Namun sebaiknya, saat menyantap sop buah jangan terlalu banyak menggunakan es. Disarankan, dahului santapan berbuka dengan minuman yang hangat atau tidak terlalu dingin. 

4. Es Kepal Milo

Minuman viral ini kini banyak dijumpai hampir di seluruh sudut kota. Di setiap lokasi jajanan berbuka, minuman es serut dengan taburan coklat ini selalu punya tempat. Pembelinya pun rela mengantri hingga mengular. Minuman yang tengah naik daun berkat viral di media sosial ini pun mengundang rasa penasaran warga Bandung. Tapi, lebih pilih mana es kepal atau kolak?  

5. Baso Aci

Bandung juga punya kuliner khas yang jarang ada di kota lain, yaitu baso aci. Makanan yang menjadi favorit kawula muda ini juga selalu ramai dikunjungi pembeli. Selain bisa dibeli secara online melalui layanan pesan antar aplikasi makanan, baso aci juga bisa ditemui di wilayah Surapati.  

Itulah sebanyak 5 dari sekian banyak ragam kuliner favorit warga Bandung.

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet