Walikota Imbau Warga Bandung Secara Berkala Melakukan Uji Emisi Kendaraan

  • 0 comments

BANDUNG, Ekpos. Com--- Walikota Bandung, mengimbau seluruh warga Kota Bandung secara berkala melakukan uji emisi pada kendaraannya. Terlebih lagi, uji emisi ini tidak dipungut biaya alias gratis.

“Saya berharap warga Bandung yang punya kendaraan jangan malas melakukan uji emisi. Uji emisi ini gratis, bahkan tim kalau di manapun mau melakukan uji emisi mereka siap buka stand,” katanya saat memantau pelaksanaan uji emisi di Balaikota Bandung, Senin (18/3/2019.

Khusus terkait dengan Aparatur Sipil Negara (ASN), ia sangat setuju jika pendisiplinan soal uji emisi ini dimulai dari kendaraan dinas milik para Aparatur Sipil Negara (ASN) di seluruh kedinasan. Sebagai seorang abdi negara, para ASN harus memberi keteladanan dalam aspek apapun, termasuk soal hal ini.

“Kita para ASN harus memberi keteladanan, sehingga yang harus paling duluan punya respek dan proaktif terhadap uji emisi ini adalah di lingkungan Pemerintah Kota Bandung. Apalagi mobil-mobil pemerintah yang plat merah, harus dipastikan uji emisinya harus dilakukan,” tegasnya.

Oded berharap kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dengan mengukur emisi kendaraan ini bisa mengakar di masyarakat, dimulai dari Balai Kota Bandung.

“Sebagai wali kota saya diberikan amanah untuk mengurus Kota Bandung, tapi kita mulai dari kita sendiri, lingkungan kita,” ucapnya.

Berdasarkan data dari Situs data.bandung.go.id, bahwa pertumbuhan kendaraan di Kota Bandung jauh lebih pesat ketimbang laju pertumbuhan penduduk. Kendaraan bermotor itu dapat berpengaruh terhadap emisi di Kota Bandung. Itulah sebabnya, Pemkot Bandung perlu menekankan agar kendaraan memiliki spesifikasi kelaikan sesuai dengan standar baku uji emisi.

Hal inilah yang membuat Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, sering menggelar uji emisi. Salah satunya pada Senin, (18/3/2019) di Parkir Barat Balai Kota Bandung.

Balai Kota Bandung merupakan Kawasan Emisi Bersih sehingga kendaraan roda empat yang parkir di kawasan tersebut harus lulus uji emisi yang ditandai dengan kepemilikan stiker khusus. Jika tidak memiliki stiker, kendaraan tersebut tidak diizinkan masuk.

“Uji emisi ini, yang pertama, kita ingin ujungnya adalah pada peradaban, artinya budaya. Kita melakukan uji emisi ini agar masyarakat yang berkendaraan roda empat punya budaya memelihara mobilnya atau apapun yang dipakainya,” ujar Oded.***

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet