Wagub Jabar Sesalkan KPU Batasi Penggunaan Mesjid

  • 0 comments

BANDUNG, Ekpos.Com---Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar), Uu Ruzhanul Ulum, menentang keputusan KPU yang  melarang mesjid dijadikan tempat pembahasan politik. Bahkan Uu menilai bahwa KPU sudah mempersempit fungsi mesjid.

 "Mesjid itu bukan hanya untuk berbicara zakat, salat, munggah haji, dan lain-lain. Tapi silakan bicara politik. Saya tidak suka aturan KPU yang mengatakan masjid dilarang bicara politik. Mari bicarakan ekonomi di masjid, atau tentang sosial kemasyarakatan di masjid," kata Uu Ruzhanul Ulum  ketika ditemui di Pusdai, Kota Bandung, Kamis (27/12/2018).

Menurut Uu, pembahasan politik di masjid sudah dimulai sejak zaman Rasullulah Muhammad SAW. Bahkan menurut UU, Rasul pun saat itu membahas strategi perang dan strategi ekonomi di dalam masjid.

"Umat Islam jangan terjebak psy war dari luar, bahwa masjid hanya untuk salat saja. Memang bicara politik bukan ibadah?" kata Uu.

Menurut Uu, selama pembahasan politik bertujuan kemashlatan umat, hal itu diperbolehkan dan akan menjadi ibadah. Menurutnya, batasan berbicara politik di masjid, jika pembahasannya berpotensi memecah belah umat.

"Kalau sudah menjelekan, menyerang, dan tidak sesuai realita itu bukan kemaslahatan," ujarnya.

Dikatakannya, jika seseorang ke masjid tetapi niatnya tidak untuk ibadah juga merupakan hal buruk. Diilustrasikannya jika seorang caleg beribadah di masjid hanya untuk pencitraan, hal itu tidak mencerminkan niat ibadah seorang Muslim.

“Intinya, membahas politik di masjid harus cerdas dalam memfilter pembahasan,” tegasnya.***

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet