Waditreskrimsus: Berkas PT SBL Sudah Dilimpahkan Ke Kejati Jabar

  • 16 views
  • 0 comments

BANDUNG, Ekpos.Com---- Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jabar sudah melimpahkan berkas penyidikan kasus dugaan penipuan jemah umrah oleh PT Solusi Balad Lumampah (SBL) ke Kejaksaan Tinggi Jabar, berikut dua tersangkanya,  Aom Juang Wibowo dan Eri Ramdani.

"Pemeriksaan penyidikan kasus SBL sudah rampung dan sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Jabar) pada 24 Mei 2017 berikut tersangka dan barang bukti," ujar Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar, AKBP Hari Brata di Jalan Soekarno-Hatta Bandung, Jumat (25/5/2018).

Diungkapkan Hari, untuk Aom Juang Wibowo dan Eri Ramdani, penyidik Ditreskrimsus Polda Jabar menerapkan Pasal 63 ayat 1, juncto Pasal 64 ayat 1 Undang-undang Nomor 13 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji. Selain itu, dikenakan Pasal 378 KUH Pidana tentang penipuan juncto Pasal 55 ayat 1.

‎"Kami kenakan juga Pasal 2 ayat 1 huruf r dan z juncto Pasal 3 juncto Pasal 4 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010, tentang Tindak Pidana Pencegahan dan Pemberantasan Pencucian Uang," kata Hari Brata.

Ancamannya pidana penjara paling lama 20 tahun dan denda Rp 10 miliar. Dalam kasus ini, PT SBL diduga melakukan penipuan pada 12.845 calon jemaah umroh PT SBL. Para korban menyetorkan biaya umroh sebesar Rp 18 juta hingga Rp 23 juta.

Dalam kasus tersebut, PT SBL mengumpulkan uang sebesar Rp 900 miliar dari 30.237 jemaah yang sudah mendaftar. Dari total tersebut, baru 17.383 jemaah yang diberangkatkan. Sisanya, 12.845 belum berangkat karena diduga uangnya digunakan secara pribadi oleh tersangka. Selain itu, PT SBL juga memberangkatkan 117 calon jemah haji plus, dengan mengeluarkan uang Rp 110 miliar. Total dana terkumpul mencapai Rp 12,87 miliar.

"PT SBL ini menyelenggarakan pemberangkatan umrah dan haji plus, menggunakan sistem ponzi yang dilarang pemerintah. Biaya keberangkatan umrah juga tidak wajar," ungkapnya.***

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet