Urai Kemacetan Pemkot dan Polrestabes Bandung Tutup Putaran Jalan Diponegoro

  • 43 views
  • 0 comments

BANDUNG, Ekpos.Com---‎ Pemkot Bandung dan Satuan Lalu lintas Polrestabes Bandung, menutup tempat memutar kendaraan di Jalan Diponegoro, tepatnya di depan Taman Lansia Kota Bandung, Selasa (16/10/2018).

Penutupan titik belokan itu dipimpin LANGSUNG Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana bersama Kasatlantas Polrestabes Bandung,AKBP Agung Reza Pratidinaini, sebagai upaya mengurangi kemacetan‎ di wilayah itu. Selama ini, di tempat itu, banyak kendaraan dari arah Gasibu yang berusaha masuk ke Jalan Cisangkuy lewat putaran itu setiap hari. Dampaknya terjadi antrian kendaraan di wilayah itu hingga ekornya sampai lke Gedung Sate.

Dengan ditutupnya putaran tersebut, kendaraan dari arah Gedung Sate atau Monumen Perjuangan yang hendak menuju Pusdai, tidak bisa masuk ke Jalan Cisangkuy via tempat memutar tersebut. Namun, harus lurus ke Pusdai dan bisa memutar di pertigaan di depan Pusdai.

"Untuk mengurai kemacetan kami melakukan upaya rekayasa jalan. Salah satunya penutupan titik memutar ini. Harapannya ke depan tidak ada lagi ada kendaraan memutar disini yang berimbas menjadi kemacetan," ujar Yana di lokasi.

Selain tempat memutar di Jalan Dipenogoro - Jalan Cisangkuy, petugas juga melakukan penutupan tempat memutar lainnya yaitu tempat memutar di Jalan Sentot Alibasya. Karena dua titik itu sering terjadi kemacetan karena banyak kendaraan yang memutar.

Kasatlantas AKBP Agung Reza Pratidina menambahkan, penutupan itu sebagai uji coba sejauh mana penutupan tempat memutar ini bisa efektif mengurangi kemacetan di sekitar Gedung Sate. Hal tersebut akan dievaluasi setelah seminggu sejak ditutupnya lahan memutar tersebut.

"Kami uji coba seminggu ke depan, apakah ada pengaruhnya terhadap kemacetan atau tidak. Kami berharap‎ bisa efektif, sehingga bisa mengurai kemacetan," ujar Agung.

Dikatakan Agung, sebagian besar tempat memutar kendaraan di Kota Bandung, jadi salah satu penyebab kemacetan. Seperti halnya di sepanjang Jl. H Juanda, Dago terdapat sekitar 19 titik memutar.

"Disana ada 19 titik tempat memutar dengan jarak sekitar 2 km. Untuk itu, kami akan kaji titik mana saja yang paling parah dan menjadi penyebabkan kemacetan,” kata dia.

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet