Untuk Proyek Kereta Cepat Oded Minta PT BSI Junjung Prinsip Kesetaraan

  • 27 views
  • 0 comments

BANDUNG, Ekpos.Com---Wali Kota Bandung, Oded M. Danial memastikan, Pemkot Bandung mendukung program tersebut proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung. Bahkan ia menginstruksikan jajarannya untuk memfasilitasi dan memberikan jalan terbaik agar pembebasan lahan dapat segera rampung.

 

Namun begitu, Oded minta kepada PT PSBI agar tetap mengedepankan kepentingan publik dan hak-hak warganya tetap terlindungi dengan menjunjung prinsip kesetaraan.

"Saya sangat mendukung program kereta cepat ini. Apalagi ini program strategis nasional. Tapi tugas saya sebagai wali kota memiliki tugas untuk melindungi warga. Jangan sampai masyarakat terzalimi," ujar Oded, usai Rapat Koordinasi (rakor) pembebasan lahan Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) yang terlalui jalur kereta cepat di Pendopo Kota Bandung Jalan Dalem Kaum, Selasa (16/10/2018).

Dalam rakor tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan PT. Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PT PSBI) bersepakat menjunjung prinsip keadilan dalam menyelesaikan pemetaan lahan untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Berdasarkan pemetaan PT. PSBI, jalur kereta ini akan melalui 14 kelurahan di Kota Bandung yaitu, Kelurahan tersebut yaitu Kelurahan Gempolsari, Cigondewah Kaler, Cigondewah Kidul, Cigondewah Rahayu, Margasuka, Cirangrang, Cibaduyut Kidul, Cibaduyut Wetan, Mekarwangi, Wates, Mengger, Kujangsari, Cijawura, dan Kelurahan Mekarjaya.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung, Dadang Darmawan menjelaskan, di kelurahan-kelurahan tersebut ada lima kategori lahan PSU yang harus ditangani. Pihaknya sedang berkoordinasi dengan PT PSBI untuk pembebasan dan penataan lahan.

"Pertama, ada PSU yang masih dikuasai oleh developer. Ada juga PSU milik pemerintah, seperti lahan dan bangunan fasilitas umum. Selain itu ada kawasan pemukiman padat, lahan privat, dan tanah wakaf," jelas Dadang.

Dijelaskan Dadang, pihaknya tengah mengupayakan agar pembebasan lahan tidak mengganggu pelayanan publik seperti terminal bayangan di Cibaduyut dan Puskesmas Kujangsari,  yang terlewati jalur kereta cepat.

" Kita sedang mencari (solusi) apakah relokasi atau dicarikan Puskesmas pengganti," katanya.***

 

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet