Untuk Menekan Limbah Plastik Pemkot Cimahi Akan Terbitkan Perda

  • 104 views
  • 0 comments

CIMAHI ---Untuk menekan limbah kantong plastik sekaligus menjaga aliran sungai Citarum, Pemkot Cimahi akan terbitkan peraturan daerah (Perda) larangan kantong plasti. Selain itu, dapat mengurangi pegeluaran dana APBD untuk proses penanganan sampah yang mencapai Rp18 miliar setiap tahunnya.

“Ini salah satu upaya pemerintah dalam menjaga lingkungan dari limbah plastik, sekaligus mensinergikan program nasional Citarum Harum,” papar Walikota Cimahi, Ajay M Priatna di Kantornya, Sabtu (10/3/2018.

Menurut Ajay, persoalan sampah bukan hanya tanggungjawab pemerintah. Namun menjadi tanggungjawab bersama. Untuk itu kami berharap adanya peran aktif dari masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan lingkungannya.

“Tanpa adanya peran serta masyarakat, dalam menyelesaikan permasalahan limbah plastik ini tidak akan berjalan maksimal. Untuk itu, saya berharap seluruh komponen masyarakat turut membantu menyelesaikan permasalaan sampah kantong plasitik ini,’ ucapnya

Senada dengan walikota, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Cimahi Benny Bachtiar, mengungkapkan, penyebab kotornya Sungai Citarum selain limbah industri juga dikotori dengan tumpukan sampah plastik.

“Salah satu upaya Pemkot Cimahi mengurangangi sampah sebelum diterbitkanya perda, maminta agar setiap retail, atau pasar tradisional tidak lagi menggunakan kantong plastik,” tuturnya.

Pengurangan kantong plastik, laljut dia, selain mengurangi pencemaran lingkungan, bisa juga menekan pengeluaran biaya yang dikeluarkan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dalam proses pembuangan sampah. Biaya yang dikeluarkan untuk proses penanganan sampah mencapai Rp18 miliar setiap tahunnya.

Ketuan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Cimahi, Edi Kanedi, mengatakan, sebetulnya rencana pembentukan Perda larangan kantong plastik sudah diajukan. Namun belum mendapat respon, karena perlu berbagai pertimbangan dan kesepakatan semua pihak.

“Perda sampah plastik ini sebetulnya pernah diajukan dan akan kita bahas. Tapi perlu adanya  perencanaan yang sangat matang,” pungkasnya.***

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet