Unifil: HIV/AIDS Ancaman Terbesar Bangsa

  • 152 views
  • 0 comments

 Lebanon, Ekpos.com

Dalam rangka pencegahan penyebaran Virus HIV/AIDS, UNIFIL menggelar penyuluhan kepada Personel Satuan Tugas  Indonesia Battalion (Indobatt) XXIII-L  yang sedang melaksanakan tugas misi perdamaian di Lebanon bertempat di Rubb Hall UNP 7-1, kemarin.

Tim penyuluh yang dipimpin oleh Mr Stephen Talugende (Tanzania) dari Chief HIV/AIDS Officer UNIFIL memberikan materi tentang  HIV/AIDS kepada seluruh anggota Satgas yang berada di UNP 7-1 Adchit Al-Qusayr.

Secara garis besar disampaikan  dalam penyuluhan ini mengenai HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), tentang bagaimana cara penularan dan pencegahan serta siapa saja yang dapat terinfeksi penyakit tersebut. HIV/AIDS bisa menular pada pasangan homoseksual maupun heteroseksual, dan HIV/AIDS tidak dapat menular melalui sentuhan, pelukan atau ciuman.

Program penyuluhan HIV/AIDS wajib diberikan kepada seluruh peacekeepers guna membantu UNIFIL dalam menekan laju penularan Virus HIV (Human immunodeficiency Virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) di daerah operasi seperti Lebanon ini.  

HIV/AIDS merupakan epidemik yang mengancam masyarakat dunia, menurut penelitian badan PBB untuk HIV/AIDS  yaitu UNAIDS pada tahun 2017 menyampaikan bahwa tidak ada satupun negara di dunia yang terbebas dari penyakit HIV/AIDS.

UNIFIL berharap dengan penyuluhan HIV/AIDS  tersebut dapat dijadikan sebagai informasi dan pengetahuan tentang penularan dan pencegahan virus  HIV/AIDS   serta  dapat ditekan penyebarannya. Sampai sekarang HIV belum dapat disembuhkan, meskipun demikian perawatan khusus dapat membantu memperlambat laju penyakit.  

Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah seseorang tertular atau tidak virus HIV/AIDS   dengan melalui  pemeriksaan darah. Tindakan paling efektif agar tidak tertular HIV adalah dengan menghindari seks bebas atau berganti-ganti pasangan, tukar menukar jarum suntik dan penyalahgunaan narkotika.  

Penyuluhan yang berlangsung kurang lebih 3 jam dikemas sangat menarik dan interaktif karena dilaksanakan dengan metode diskusi dan tanya jawab. Dansatgas Indobatt Letkol Inf Arfan Johan Wihananto menyampaikan pesan dan harapan tersendiri agar semasa penugasan maupun pasca tugas tidak ada satupun personil Indobatt XXIII-L yang terinfeksi HIV. “Yang harus kita pedomani adalah perkuat iman dan taqwa, patuhi semua aturan dan jangan sekali-kali melanggarnya. Ingat, keluarga tercinta menanti kepulangan kita dirumah," ujar Letkol Inf Arfan.

Pada akhir kegiatan penyuluhan, Mr Stephen dan Tim membagi-bagikan pin simbol Anti HIV/Aids kepada peacekeepers yang sudah menerima penyuluhan dari tim HIV/AIDS UNIFIL. (MR)

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet