UIN Bandung dan KOMPAK terbitkan 604 Dokumen Identitas Hukum

  • 0 comments

Kabupaten Bandung, Ekpos.com

Sebanyak 45 mahasiswa UIN SGD Bandung yang telah melakukan Kuliah Kerja Nyata Berbasis Pemberdayaan kepada Masyarakat (KKN Sisdamas) Tematik 2019 di Desa Tenjolaya, Panundaan, Sukawening dan Pasir Jambub Kabupaten Bandung berhasil memfasilitasi warga tanpa identitas hukum, dengan terbitnya 604 dokumen.

"Capaian ini diraih atas kerjasama dengan Kompak (Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan) Kemitraan Pemerintah Indonesia Asutralia dalam melaksanakan kegiatan KKN Sisdamas tematik," ungkap Rektor UIN SGD Bandung Prof. Dr. H. Mahmud M.Si, di ruang kerjanya, Kampus I, Jl. A.H. Nasution No 105 Cipadung Cibiru Kota Bandung, Selasa (03/09/2019).

Dokumen yang berhasil diterbitkan oleh mahasiswa KKN Sisdamas tematik di 4 desa itu meliputi; Kartu Identitas Anak (KIA) sebanyak 514 dokumen, Akta Lahir 31 dokumen, Kartu Keluarga 9 dokumen dan Akta Nikah melalui Isbat nikah sebanyak 50  dokumen.

Rektor menegaskan kehadiran bermitra dengan Kompak ini sangat dirasakan manfaatnya karena dapat melibatkan 45 mahasiswa KKN Sisdamas tematik 2019 di Kabupaten Bandung dalam memberikan layanan pembuatan identitas hukum.

"Apalagi identitas hukum seperti akta lahir dan akta nikah merupakan dokumen hukum yang sangat mendasar bagi masyarakat agar mereka bisa mengakses sejumlah layanan sosial, seperti pendidikan, kesehatan dan ekonomi," paparnya.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarkat (LP2M) UIN SGD, Dr. Husnul Qadim, M.Ag menekankan kepada para mahasiswa peserta KKN Sisdamas tematik ini agar melestarikan kelanjutkan kegiatan ini, "Caranya dengan membentuk orgamas (organisasi masyarakat) yang akan bertanggungjawab dan ditindaklanjuti dalam memberikan layanan identitas hukum pada masa mendatang di Desa-desa mereka," jelasnya.

Menurutnya, tahapan dalam memperoleh identias hukum ini dilakukan dengan cara pengumpulan data melalui sejumlah mitra di desa, yaitu RT, RW, Petugas P3N. "Dari data yang terkumpul kemudian divaliadasi, khususnya terkait dengan data permohonan isbat nikah," ujarnya.

Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Dr. H. Ramdani Wahyu Sururie, M.Ag, menambahkan para mahasiswa harus mampu berjejaring dengan stake holder terkait, mulai dari pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Kantor Urusan Agama, Pengadilan Agama, sampai Kompak.

"Buktinya dari pihak Kompak sendiri telah berhasil memfasilitasi mahasiswa dalam kegiatan Wokshop Urgensi Identitas Hukum," tandasnya.

Bagi Citra Aulia, Innovation Manager Kompak, fasilitas yang diberikan kompak  berupa workshop urgensi identitas hukum dengan tujuan membentuk Orgamas (Organisasi Masyarakat) yang bertanggung jawab untuk memberikan pelayanan identitas hukum, "Sekaligus membangun kesadaran terhadap masyarakat untuk memperoleh identitas hukum. Mengingat 604 dokumen tersebut sangat penting bagi masyarakat," ujarnya.

Kepala Desa Panundaan, Asep Ma'mun Awaludin, S.Pd.I., M.Si. sangat mengapresiasi atas kerja keras, cerdas, tuntas mahasiswa UIN SGD Bandung dalam memberikan pendampingan identitas hukum.

"Alhamdulillah berkat bantuan mahasiswa yang melaksanakan KKN, arahan dari dosen, pendampingan dari Kompak dan berkoordinasi dengan pihak Kecamatan, kehadiran peserta KKN ini sangat dirasakan dan dapat membantu warga yang tadinya belum memiliki identitas hukum berhasil menerbitkan 505 KIA dan 8 akta kelahiran," terangnya.(HR)

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet