Tingkatkan Gizi Anak, Indonesia Sambut Baik SEANUTS II

  • 22 views
  • 0 comments
Tingkatkan Gizi Anak, Indonesia Sambut Baik SEANUTS II

Bandung. Ekpos.com

Sebanyak 18 ribu anak di Indonesia, Vietnam, Thailand dan Malaysia dilibatkan dalam studi gizi yang digelar perusahaan susu global, Royal Friesland Campina.
Studi bertajuk Southeast Asia Nutrition Survey II (SEANUTS II) ini menggandeng berbagai lembaga penelitian dan universitas terkemuka sebagai mitra pelaksanaan studi.

Studi Southeast Asia Nutrition Survey (SEANUTS) II ini adalah sebuah studi mendalam tentang gizi anak yang diharapkan dapat digunakan untuk pengembangan program intervensi nasional, memperkaya pengetahuan ilmiah dan mendukung kebijakan pemerintah dalam peningkatan status gizi anak Indonesia.

Informasi yang akan dikumpulkan antara lain data - data pertumbuhan, asupan makanan, aktivitas fisik dan parameter biokimia anak-anak berusia enam bulan hingga 12 tahun.

Karena tingkat dan besarnya kasus malnutrisi di wilayah ini, studi akan menitikberatkan pada asupan protein dan status gizi. Protein adalah zat gizi penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak-anak.

Di Indonesia studi akan dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia bekerjasama dengan FrieslandCampina. Hasilnya diharapkan pada tahun 2021 dan dapat digunakan untuk mengembangkan program - program intervensi nasional, memperkaya pengetahuan ilmiah dan mendukung kebijakan pemerintah.

Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, SpA(K), Guru Besar  Bidang Ilmu Kesehatan Anak Universitas Indonesia sekaligus Ketua Tim Riset SEANUTS II Indonesia mengungkapkan pihaknya menyambut baik kerjasama dengan FrieslandCampina dalam studi besar yang mendalam demi meningkatkan gizi terhadap anak-anak.

"Studi ini dilakukan untuk mendapatkan temuan - temuan mengenai tren pertumbuhan, kebiasaan diet, pola aktivitas fisik, pola tidur, dan status gizi anak-anak di negara kita," tandasnya.

SEANUTS pertama mengungkapkan bahwa banyak anak di Indonesia menderita masalah gizi ganda (kekurangan dan kelebihan gizi).  Nantinya, penelitian ini akan lebih berfokus pada kuantitas dan kualitas protein untuk mendapatkan informasi atau data yang lebih mendalam tentang kemungkinan perannya terkait dengan masalah ini. [lanie]
 

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet