Tim Investigasi Disdik Jabar Akui Ada Kebocoran USBN di SMAK

  • 329 views
  • 0 comments

BANDUNG,Ekpos.Com---Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat membentuk tim untuk melakukan investigasi  terkait maraknya pemberitaan kebocoran USBN di Kota Bandung. Kasus tersebut,  menyeret Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat  agar bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

 

Tim dipimpin langsung  oleh kepala cabang dinas wilayah 7 ( Bandung - Cimahi ) Drs .H .Husen Rahadian. M.M.pd. langsung melakukan investigasi ke sekolah-sekolah yang diindikasi terjdinya kebocoran.

“Dari hasil kinerja 14 hari di lapangan,  tim tidak menemukan fakta di sekolah- sekolah negeri yang daftarnya sudah di publikasikan beberapa media, bahwa di sekolah tersebut ada kebocoran USBN,” tegas H.Husen .

Namun Husen mengakui adanya seorang siswa sekolah menengh atas Kristen (SMAK) swasta di kawasan jln RE.Martadinata Bandung , yang tertangkap tangan mempunyai kunci jawaban USBN. Bahkan siswa tersebut mengaku kalau kunci jawaban trersebutb didapatnya dari internet.

“Walaupun begitu, sangat sulit bagi kami untuk menelusuri kebenaran apakah benar kunci jawaban itu diperoleh dari internet. Untuk pembuktiaanya, harus melibatkan tim IT untuk menelusurinya,” terangnya.

Diungkapkan Husen, kasus tersebut saat ini tengah diproses oleh aparat kepolisian. Untuk itu ia berharap agar pihak kepolisian segera dapat menyelesaikan persoalan yang telah menodai dunia pendidikan tersebut.

“Walaupun bukan kami yang melapor, namun kami memperoleh keterangan kalau persoalan itu sudah sampai ke tangan polisi. Saya berharap, ada kesungguhan dari kepolisian untuk segera mengusut tuntas persoalan tersebut dan menangkap pelakunya serta menjeratnya sesuai hukum yang berlaku,”ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAK Yahya sulit ditemui, saat hendak dikonfirmasi Ekpos.Com terkait adanya siswa dfidiknya yang tertangkap tangan pengawas karena mengantongi kunci jawaban soal USBN, tidak bisa ditemui. Bahkan ditolak oleh satuan pengamanan (Satpam) sekolah yang beralamat di Jl RE Marta Dinata tersebut.  Farida.

 

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet