Tiga Emak Pepes Jadi Tersangka Kasus Ujaran Kebencian

  • 0 comments

BANDUNG, Ekpos.Com--- Tiga emak-emak yang sempat viral di berbagai media sosial (Medso) asal Karawang, dinyatakan resmi sebagai tersangka kasus menyebarkan informasi, untuk menimbulkan kebencian, atau permusuhan individu dan kelompok masyarakat berdasarkan SARA, oleh penyidik Polda Jabar dan Polres Karawang.

Ketiga tersangka Engkay Sugiyanti, Ika Peranika, dan Citra Widaningsih, dijerat Pasak 28 ayat 2 juncto Pasal 45 A ayat 2 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Adapun untuk tindak pidana pemilu, saat ini kasus itu didalami Gakumdu.

"Ketiganya sudah ditetapkan tersangka dengan alat bukti yang cukup. Salah satunya ponsel milik mereka, disertai video dengan konten yang isinya sudah kita dengar. Tersangka ditahan dan disidik oleh Polres Karawang karena lokasi kejadian di wilayah Karawang," ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jabar, Selasa (26/2/2019).

S‎eperti diketahui, kasus ini jadi perhatian pascavideo viral tiga perempuan mengajak seorang warga untuk tidak memilih Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin di Piplres 2019. Mereka merupakan bagian dari relawan pemenangan Capres-cawapres Prabowo - Sandi.

"Hasil pemeriksaan memang benar, yang bersangkutan relawan emak-emak yang tergabung dalam Partai Emak-emak Prabowo - Sandiaga (Pepes),"jelasnya.

Sementara itu, Juru bicara (Jubir) tim Prabowo - Sandiaga, Andre Rosiade membenarkan bahwa ketiga emak-emak yang dijerat Pasal 28 ayat 2 Undang-undang ITE itu, bagian dari relawan yang ‎tergabung dalam Pepes. Namun pihaknya akan menguji kebenaranya karena dari cara kerja mereka bukan cara kerja timnya.

"Informasi, tiga orang ini memang bagian dari relawan Pepes. Tapi kami akan uji kebenarannya, karena selama ini relawan Pepes fokus sosialisasikan program Pak Prabowo-Sandi soal ekonomi, lapangan pekerjaan, sembako murah dan itu ternyata efektif. Tiba-tiba ada video viral itu, ini mengagetkan karena itu bukan cara kerja tim kami," ujar Andre.

Namun ia mengakui kalau Tim Prabowo memang ada program sosialisasi door to door ke rumah warga, untuk menyampaikan program Prabowo-Sandi.

"Kami sangat menyayangkan sekali. Memang kami ada program door to door, tapi tidak pernah memerintahkan untuk sosialisasi seperti itu," jelasnya.

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet