Tersangka Kasus Meikarta Bartholomeus Toto Minta Perlindungan Presiden Jokowi

  • 0 comments

BANDUNG, Ekpos.Com--- Tersangka kasus mega proyek Meikarta Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk. Bartholomeus Toto, melayangkan surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meminta dan memohon perlindungan kepada Presiden Jokowi.

Surat yang dialamatkan langsung kepada Presiden Jokowi, dengan alamat kepada staf Kepresidenan Jalan Veteran III No.2 RT3/3 Gambir Jakara Pusat dengan pengirim, Law Supriyadi dan Associates The Ceo Bulding Jl, TB Simatupang No.15 Lantai 12 Jakarta Selatan.

Menurut pengacara, Bartholomeus Toto, Supriadi, SH MH, salah satu butir isi surat adalah Bartholomeus Totot sebagai anak bangsa mempunyai hak untuk memohon perlindungan presiden atas kesewenang-wenangan yang dialami klaennya oleh KPK.

“Klien kami sudah sepekan lebih ditahan KPK, saat ini  juga Jumat 6 Desember 2019  Toto penahanannya perpanjang oleh KPK selama 40 hari kedepan di Gedung Merah Putih KPK,”ujarnya, saat ditelepon wartawan, Jumat sore (6/12/2019).

Diungkapkan Supriyadi upaya melayangkan surat permohonan perlindungan atas klienya ke presiden dilakukan pihaknya setelah berbagai upaya, dengan mempraperadilkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), membuat pernyataan di Vlog video Youtub sekaligus tiga judul. Pertama, berjudul Toto dan Meikarta, video kedua babak baru kasus Meikarta episode rekayasa, dan video ketiga bedah kasus kenapa saya ditersangkakan.

Klienya dituduh telah menyetujui pemberian dana sebesar Rp 10,5 Milyar kepada mantan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin untuk memuluskan perizinan proyek Meikarta. Atas pernyataan Kepala Divisi Land Ackuisition Permit PT Lippo Cikarang, Edy Dwi Soesianto dalam persidangan yang memberikan kesaksian di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Bandung.

Usai perpanjangan penahanan di KPK, lanjut Supriadi klaennya Toto, meminta Ketua KPK 2019-2023 Firli Bahuri untuk tidak mengulang gaya kepemimpinan komisioner jilid IV yang dikomandoi Agus Rahardjo.

“Toto juga, berharap ke depan kepada pimpinan Pak Firli tak ada lagi rekayasa-rekayasa yang seperti yang alami Toto saat ini,” katanya.

Saat penahan itu juga, kata Supriadi, Toto mengucapakan banyak terimkasih kepada pihak Polrestabes Bandung, karena atas laporan terhadap Edy Dwi Soesianto yang semula statusnya penyelidikan sekarang ditingkatkan menjadi penyidikan.

“Toto mengucapkan terima kasih sudah memproses laporan saya, saya mengetuk hati nurani jaksa dan hakim agar menangani kasus saya seadil-adilnya dan sebener-benarnya," ujar  Supriadi menirukan ucapan Toto.

Dalam persidangan kasus Meikarta, Kepala Divisi Land and Ackuisition PT Lippo Group Edi Dwi Soesianto menyebut Toto menerima uang Rp 10,5 Milyar dari Sekretaris Toto, Melda Peni Lestari. Pemberian uang itu disebut Edi, sepengetahuan Toto.

Penyerahan uang dilakukan di helipad PT Lippo Cikarang. Uang itu kemudian diberikan secara bertahap pada Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin. Atas tuduhan itu,di persidangan, Toto membantah telah memberikan uang itu ke Edi Dwi Soesianto. Artinya, kesaksian pemberian uang Rp 10,5 Milyar itu tidak ‎disertai alat bukti pendukung lain dan itu merupakan pitnah.

“Dengan penahannanya Toto, pihaknya pun mengajukan praperadilan guna menguji kesaksian Edi Dwi Soesianto. Berkas gugatan sudah diterima Panitera PN Jaksel pada 27 November 2019. Nomor perkaranya, 151/Pid.Pra/2019/PN Jaksel,” ujar Supriadi dalam dalam percakapannya dengan wartawan.

Terkait dengan kasus Meikarta, Kepala Divisi Land and Ackuisition PT Lippo Group Edy Dwi Soesianto, ketika di Telepon ke selulernya, Sabtu pagi (7/12/2019) Teleponya Mati, alias tidak nyambung.

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet