Terhitung Hari Ini Pemkot Bandung Rekayasa Lima Ruas Jalan

  • 29 views
  • 0 comments

BANDUNG, Ekpos.Com--- Untuk mengurangi dampak kemacetan, terhitung hari ini (Senin-red) Pekot Bandung lakukan rekayasa di 5 ruas jalan di Kota Bandung.  Rekayasa tersebut yakni di ruas Jalan Sentot Ali Basa, Jalan Dr Rum-Dr Susilo, Jalan Supadio-Lanud Husein Sastranagara, Jalan Natuna-Jalan Sunda, dan Jalan Setiabudhi.

Kepala Bidang Manajemen Transportasi dan Parkir Dinas Perhubungan Kota Bandung, Asep Kurnia, mengatakan bahwa ruas-ruas tersebut direkayasa karena kerap mengalami konflik lalu lintas atau kemacetan.

"Senin (hari ini) akan kita tetapkan dan akan kita evaluasi hasilnya sepekan ke depan,” ujarnyanya.

Berikut langkah yang akan dilakukan Dishub Kota Bandung terkait 5 ras jalan yang direkayasa.

1. Jalan Supadio-Lanud Husein Sastranagara, Dishub akan memasang pembatas jalan di jalur setelah rel kereta menuju Jalan Abdurrahman Saleh. Selain itu, akan ada pemasangan tanda dilarang masuk di jalur pintas menuju Jalan Supadio, ke arah Jalan Abdurahman Saleh dan sebaliknya. Dengan begitu, pengguna jalan yang akan menuju ke Jalan Supadio dari Jalan Abdurahman Saleh harus mengitari pulau ke arah Jalan Garuda.

2. Jalan Dr Rum-Dr Susilo,  di sekitar Jalan Pasirkaliki, ada perubahan laju arus di Jalan Dr Susilo. Semula, Jalan Dr Susilo menjadi jalur masuk ke Jalan Pasirkaliki, kini arus tersebut di balik menjadi lajur dari arah Jalan Pasirkaliki. Untuk itu, warga yang akan masuk ke Jalan Pasirkaliki dari arah Jalan Dr Susilo harus melalui Jalan Dr Rum.

3. Jalan Natuna-Jalan Sunda, Dishub Kota Bandung akan mengalihkan jalur dari Jalan Natuna ke Jalan Sunda melewati Jalan Kartini dan akandipasang pembatas jalan di tikungan Jalan Natuna. Tadinya, dari Jalan Natuna bisa langsung masuk ke Jalan Sunda, sekarang dari Natuna tidak bisa langsung ke Jalan Sunda.

4. Jalan Sentot Alibasa, akan ditempatkan pembatas jalan di Jalan Sentot Alibasa, jalur sisi timur Lapangan Gasibu, tepatnya pada titik U-turn jalur tersebut. Dengan begitu, warga tidak dapat memutar arah di jalan tersebut, melainkan harus masuk ke Jalan Diponegoro terlebih dahulu.

5. Jalan Setiabudhi, akan dipasang pembatas jalan sepanjang 250 meter, mulai dari depan Rumah Mode sampai pertigaan Jalan Karangsari. Dari Jalan Karangsari dilarang belok kanan ke Jalan Setiabudhi bawah, jadi pengguna jalan hanya diperbolehkan belok kiri menuju ke atas.***


BANDUNG, Ekpos.Com--- KetuaTim Pemenangan Jokowi-Maruf Amin wilayah Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyatakan perang terhadap hoax dilawan dengan cara melakukan kapitalisasi prestasi presiden petahana, Joko Widodo.

“Sampaikan secara massif kepada rakyat tentang prestasi Pak Jokowi. Sampaikan secara massif kepada rakyat tentang keberpihakan Pak Jokowi kepada rakyat miskin dan wong cilik. Selama satu periode kepemimpinan ini, beliau sibuk bekerja untuk kesejahteraan rakyat Jawa Barat,” kata Dedi di sela-sela pengukuhan tim pemenangan Jokowi Maruf Amin oleh Ketua Tim Kampanye Nasional Erick Thohir di Hotel Asrilia, Jalan Pelajar Pejuang No 123, Kota Bandung, Minggu (14/10/2018).

Kader partai pengusung, relawan dan simpatisan pun turut hadir dalam pengukuhan tersebut. Tampak pula Wakil Ketua TKN Jokowi-Maruf, Moeldoko dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pembina Relawan Harimau Jokowi atau HARJO.

Dedi menandaskan hoax merupakan musuh bersama. Menurutnya, pihak yang dengan sengaja menyebarkan hoax demi kepentingan politik,  sejatinya sedang mengalami kepanikan.

 “Hoax harus dilawan dengan sikap penuh rasionalitas, tidak bisa dengan cara penuh emosi. Hoax adalah satu-satunya cara untuk mengalahkan Pak Jokowi. Mereka itu marah dan kesal karena tidak memiliki cara lain, kemarahan itu tidak perlu kita lawan. Kita fokus membangun rasionalitas publik,” ujarnya yang disambut tepuk tangan seluruh kader pendukung perwakilan kota/kabupaten se Jawa Barat. ***

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet