Tanjakan Aman Kembali Telan Korban, 16 Alami Luka Berat dan Ringan

  • 68 views
  • 0 comments

SUBANG---Tanjakan Eman atau yang sebelumnya dikenal dengan nama tanjakan Emen, Cicenang, Kecamatan Kabupaten Subang, Jawa Barat, Senin (12/3/2018) kembali telan korban. Kali ini, sebuah Minibus Travel “Expres” Bernomor Polisi E-7548-PB, terguling beberapa meter dari lokasi kecelakaan maut bus wisata rombongan wisatawan Ciputat. Akibat kejadian tersebut, 5 orang menderita luka berat, 11 lainya luka ringan.

Keterangan yang dihimpun di lapangan, Kecelakaan ini terjadi sekira pukul 12.30 WIB. Saat itu kendaraan yang membawa 16 orang pegawai Rumah Makan Taman Seler, Indramayu,meluncur dari arah Bandung menuju Subang. Diduga akibat rem blong, mobil jadi hilang kendali  Senin (12/3/2018).

Kapolres Subang AKBP M Joni saat dikonfirmasi wartawan, membenarkan adanya kecelakaan.  Namun ia belum bisa menjelaskan secara detail kecelakaan yang terjadi beberapa saat lalu tersebut. Ia bersama unit laka Satlantas Polres Subang tengah menuju ke lokasi.

"Kita belum bisa jelaskan. Kita harus memastikan dulu. Korban luka ada, tapi berapa jumlahnya harus dipastikan. Termasuk memastikan ada yang meninggal atau tidak. Kita sedang cek kepastiannya supaya beritanya tidak simpang siur," tuturnya.

 

Para korban luka tersebut adalah ialah Tanti (19/LR) Rohendi (21/LB), Ega (16/LB), Egi (15/LB) Kurniawati (21/LB), Hendra (27/LR),  Fachruroji (Supir/LR), Akhmad Albarudin (LR), Kantona (19/LR), Didi (25/LR), Fitri (19/LR), Tohirin bin Kosim (22/LR), Kursari (21th/LR), Eko kuswanto (20/LR), Wardani (28/LR), dan Ari Ahmad (30/LB). Setelah sempet dirawat di Puskesmas Palasari dan Jalancagak akhirnya para korban dirujuk ke RSUD Ciereng, Subang. Namun hingga saat ini polisi belum mengetahui siapa sopir kendaraan nahas tersebut.

Dirlantas Polda Jabar, Kompol Pol Prahoro yang ditemui saat mendampingi Kakorlantas Mabes Polri, Irjen Pol Royke Lumowa di Rest Area 102 Tol Cipali, membenarkan kalau kejadian itu diakibatkan sopir yang kurang memperhatikan kodisi kendaraannya.

“Hasil pemeriksaan sementara,  akibat adanya bagian rem yang tidak berfungsi. Akhirnya kendaraan tidak bisa dikendalikan sehingga menabrak tebing dan terguling,“ katanya.

Dirinya merasa prihatin, baru beberapa pekan sebelumnya terjadi kecelakaan yang mengakibatkan puluhan korban jiwa. Untuk itu, pihaknya sudah koordinasikan dengan Dinas Bina Marga Provinsi dan Perhubungan, agar dibuatkan berbagai rekayasan untuk keamanan pengguna kendaraan yang melintas di daerah itu.

“Kita sendiri sudah memasang berbagai rambu-rambu peringatan. Menurut informasi untuk perbaikan jalan di seputar tanjakan Aman sedang dalam proses tender. Kemungkinan bulan Juni sudah bisa dimulai,“ jelas Prahoro. Ganefa

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet