Tak Kandas Dihempas Kenyataan, Gulana Rindu Kisahkan Cinta Penuh Dilema

  • 0 comments

BANDUNG, Ekpos.com  Langkah kehidupan manusia senantiasa terikat dengan perasaan cinta,  namun acapkali melahirkan banyak konflik, gundah, dan penyesalan. Anehnya kelam itu,  masih membuat manusia tetap berharap.  Apakah takdir manusia adalah jatuh cinta kemudian menderita? sebab setiap jejak.

Bisa jadi pernyataan Robert Penn Warren adalah benar bahwa "Kutuk manusia adalah mencintai. Dan kadang-kadang mencintai dengan cukup baik. Tapi tidak pernah mencintai dengan baik."  begitu synopsis novel terbaru Tiwi Kasavela, penulis novel Gulana Rindu.

"Kompleksitas cinta,  yang berdasar pada pengalaman,  pemikiran dan apa yang saya rasakan akhirnya membuat saya terdorong untuk menyusun novel ini Gulana Rindu yang akan mengulas semua kegelisahan, kesedihan, tangisan juga kerinduan yang tak selalu mampu dilipur oleh takdir," jelas penulis Gulana Rindu,  Tiwi Kasavela.

Adapun novel Gulana Rindu,  bercerita tentang cinta yang tak pernah mengenal keadaan, seperti halnya Inggeu kepada Aleksei Kolokolnikov atau Alexe, seorang pria keturunan Rusia yang menjadi kakak angkatnya sendiri. Bermula dari benci menjadi cinta.

"Bagaimana tidak? Alexe memiliki ketampanan diatas rata-rata, sukses, kaya raya, pandai memasak, lembut dan murah hati, membuat Inggeu akhirnya menyerah dan tak bisa berkutik dengan pesona laki-laki itu," tandas mahasiswi magister Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Bandung ini.

Sayangnya,  lanjut Tiwi menyampaikan kepada Wartawan Ekpos.com saat  api cinta mulai membara, Inggeu terhalang restu dari Mamanya yang tak pernah mengidzinkannya menjalin hubungan  dengan Alexe.

"Novel ini akan menceritakan kegalauan Inggeu,  apakah gadis itu akan meninggalkan Rudy begitu saja, demi cintanya yang mulai tumbuh kepada Alexe serta pergulatan dan tanya tentang Mamanya yang menentang perasaan Inggeu, padahal Alexe sama sekali tak memiliki pertalian darah dengannya," ungkap Tiwi yang merupakan seorang jurnalis dan penyiar radio di Kota Bandung ini.

Gadis kelahiran 5 Oktober 1994  ini juga ternyata bukan pertama kalinya menerbitkan buku,  sebelumnya pada bulan Mei 2019 lalu ia pun telah sukses menerbitkan novel "Terbakar Delusi".

"Saya berharap bahwa novel ini dapat dibaca oleh banyak orang. Selain sarana menghibur diri juga dapat menambah wawasan mengenai ulasan pemikiran,  sejarah, agama dan realita kehidupan di luar sana," papar penggemar kajian filsafat dan teologi ini.

Ditanya soal kegemarannya menulis, Tiwi berkata bahwa  menulis adalah candu bagi setiap pecinta,  dalam konteks mencintai,  merasakan dan memaknai hidup ada begitu banyak hal yang mengusik pikiran sehingga melegakan jika ditulis.

"Sejak kecil saya hobi menulis dan mendedikasikan seluruh waktu senggang saya untuk menulis berbagai hal, mulai dari autobiografi, kumpulan cerpen, hingga beberapa novel yang banyak terinspirasi dari pengalaman serta pergumulan pribadi seputar hidup dan pencarian jati diri, novel ini adalah bagian dari diri dan hidup saya," tandas penyuka merah maroon dan penikmat makanan pedas.

Untuk lebih mengenal Tiwi bisa menghubungi via Email: kasavela94@gmail.com via Instagram: @tiwikasavela via Twitter: @tiwikasavela atau via Facebook: Tiwi Kasavela. (*)

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet