Tak Hadir Tanpa Alasan 7 ASN Kota Bandung Terancam Disanksi

  • 0 comments

BANDUNG, Ekpos.Com--- Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan, kehadiran AparaturSIpil Negara (ASN) Kota Bandung Yana Mulyana melanjutkan, persentase kehadiran ASN mencapai 98 persen, pada hari pertama masuk kerja seusai libur Lebaran, Senin, (10/06/2017).

“Hanya tujuh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bandung yang tidak hadir tanpa alasan, sisanya ada yang izin sakit dan cuti. Sanksi bagi tujuh ASN yang tidak hadir tersebut akan diproses sesuai ketentuan dan surat edaran dari kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi ( Menpan RB) Republik Indonesia,”ungkap ujar Yana usai sidak di ruang Badan Pelayanan Pengelolaan Daerah, Jalan Wastukencana, Senin (10/6/2019).

Yana pun mengucapkan terimakasih, kepada para petugas Damkar, Satpol PP, Dinkes, Kebersihan, Dinsos, Taman, TNI, Polri yang telah bekerja keras sehingga lebaran tahun ini aman dan nyaman.

Ditegaskan Yana, sanksi bagi ASN yang tidak hadir tanpa keterangan adalah potong tunjangan kinerja daerah (TKD) karena tidak ada alasan ASN bolos hari ini. Terlebih Wali Kota Oded M Danial sudah meringankan ASN untuk tidak ikut hadir open house di Pendopo dan boleh tetap berada di kampung halamanya masing-masing.

"Kita minta ASN tetap semangat Ramadan, Idulfitri tetap bergelora. Hal itu harus jadi penyemangat dan motivasi untuk membangun Bandung lebih baik," ujar Yana.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Bandung Yayan A Briliyana. Dikatakannya, kehadiran ASN Pemkot Bandung pada tanggal 10 Juni 2019 masuk 98% dari jumlah ASN 15.993 orang.

"Yang ijin sakit 15 orang , cuti bersalin 7 orang, cuti besar 9 orang, cuti diluar tanggungan negara 2 orang, cuti tahunan 12 orang, tanpa keterangan / belum ada laporan sampai jam 8.30 WIB, 7 orang," ujar Yayan.

Diungkapkan Yayan, tujuh PNS yang tidak hadir tanpa keterangan tersebut masing masing dari, DLHK, Disbudpar, Dispora, Disdik, Kecamatan Cibeunying Kidul, dan Regol Ujungberung.

“Sanksi bagi yang bolos dipotong TKD 50 persen, ditambah tidak apel 3 persen,”tegasnya.

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet