Tahun 2019 MA Targetkan Peradilan Berbasis Teknologi Informasi

  • 0 comments

JAKARTA, EKPOS.Com - -- Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia (RI) melakukan refleksi kinerja tahunan dengan tema "Menyongsong Tahun 2019 Menuju Era Baru Peradilan Modern Berbasis Tekhnologi Informasi" pada Kamis (27/12/18) di Aula Mahkamah Agung Jl. Medan Merdeka Utara No. 9-13 Jakarta Pusat.

Prof. Dr. M. Hatta Ali, S.H, M.H , Ketua MA RI dalam sambutannya menyampaikan, setiap tahunnya perkara yang masuk ke pengadilan makin melejit. Tercatat sampai dengan tanggal 21 Desember 2018 sebanyak 603.219.5 perkara, yang terdiri dari 14.489 perkara ditambah sisa perkara tahun 2017 sebanyak 217.706 perkara.

“Sampai dengan tanggal 21 Desember 2018, yang diputus sebanyak 5.789.263 perkara. Sebanyak 242.932 perkara yang di antaranya merupakan perkara yang masih berjalan,"ujarnya.

Prof Hatta mengatakan, sesuai Sebarah Mahkamah Agung (SEMA) pihaknya sudah mematok, bahwa setiap pengadilan tingkat pertama harus memutus dalam tenggang waktu 5 bulan, dan tingkat banding harus memutus paling lama dalam waktu 3 bulan.

"Desember 2018 Mahkamah Agung dan Badan Peradilan dibawahnya, telah mengunggah putusan Direktori Putusan Mahkamah Agung sebanyak 695 putusan. Khusus untuk putusan Mahkamah Agung yang dipublikasikan pada tahun 2018 sebanyak 16.788 perkara. Sehingga dengan demikian di dalam direktori putusan Mahkamah Agung setiap tahun akan bertambah. Semua sudah diupload sehingga bisa dibaca oleh masyarakat umum," ujar Prof Hatta.

Untuk memudahkan proses penanganan memanggil pihak yang bersengketa namun berada di Luar Negeri, dirinya telah bekerjasama dengan Menteri Luar Negeri. Bahkan telah dituangkan  dalam nota kesepahaman penanganan permintaan bantuan teknis hukum dalam masalah perdata. Antara lain memuat prosedur baru penyampaian surat pemanggilan, atau pemberitahuan untuk pihak yang berada di luar negeri melalui kepaniteraan Mahkamah Agung. Untuk selanjutnya diteruskan kepada Kementerian Luar Negeri serta pembiayaan surat pemanggilan.

"Kerja sama dengan Kementerian Luar Negeri Yang mana jika "si terpanggil" berada di luar negeri, ini semua dilakukan melalui Mahkamah Agung dan diteruskan kepada Menteri luar negeri sehingga dengan demikian makin mempercepat penyelesaian perkara sekalipun ada para pihak yang ada di luar negeri," paparnya

Dijelaskannya, tahun ini Mahkamah Agung telah mengeluarkan kebijakan kebijakan sebagai terobosan. Selain kebijakan-kebijakan untuk mendukung pesta demokrasi di tahun 2018, pihaknya juga mengeluarkan kebijakan lainnya dalam bidang teknis perkara,"Perma No.6 Tahun 2018 tentang pedoman penyelesaian sengketa administrasi pemerintahan.

“Setelah menempuh upaya administratif. Nomor 7 tahun 2018 tentang tata cara pengajuan permohonan "Peninjauan Kembali" sesuai surat edaran yang kami keluarkan,  termasuk juga surat edaran No. 01 tahun 2018 tentang larangan pengajuan Praperadilan bagi tersangka yang melarikan diri, atau sedang dalam status daftar pencarian orang. Oleh karena itu kami antisipasi dengan mengeluarkan Sema nomor 01 tahun 2018 ini," imbuh Prof Hatta.

Kemudian dalam rangka peningkatan pelayanan publik pada 22 Oktober 2018, pihaknya meresmikan operasionalisasi 85 Pengadilan baru di Medan dan Sulawesi Utara. Hal tersebut sebagai tindak lanjut atas keluarnya Keputusan Presiden tentang pembentukan pengadilan baru pada lingkungan peradilan umum, lingkungan peradilan agama dan lingkungan peradilan tata usaha negara.

“Maka dengan surat Menpan nomor B/150 /MKT.01 pada 28 Februari 2018 tentang Persetujuan Untuk Pengoperasian Pengadilan tersebut, menjadi 85 Pengadilan yang baru,”ujarnya.(m Isan)

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet