Sumur Bandung Terwujud dari Tancapan Lidi

  • 0 comments

BANDUNG,Ekpos.Com--- Tidak semua warga Kota Bandung mengetahui keberadaan maupun nama Sumur Bandung. Sebagian masyarakat hanya mengetahui kalau Sumur Bandung itu nama kecamatan atau nama sebuah jalan.

Padahal keberadaan Sumur Bandung itu menjadi bagian dari sejarah lahirnya Kota Bandung.

Konon, sumur tersebut dibuat oleh tancapan nyere (lidi) R.A.A Wiranatakusumah II saat beristirahat dalam perjalana Subang – Dayeuhkolot untuk mencari ibukota baru pada tahun 1811.

Ada dua sumur terkait dengan Sumur Bandung, keduanya berada di tepian Sungai Cikapundung sebelah Barat. Satu sumur terletak di Bale Sumur Bandung atau Gedung PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten, Jalan Asia Afrika.

Sementara sumur lainnya berada di bawah bangunan bekas komplek pertokoan Palaguna Alun-alun, yang kini sudah rata dengan tanah. Perlu diketahui, Kota Bandung memiliki tujuh Sumur Bandung, yakni di bank tertua di Kota Bandung atau kini sudah menjadi Bank Mandiri, Masjid Cipaganti, Gedung PLN Cikapundung.

Khusus Sumur Bandung yang berada di Gedung PLN cukup terpelihara. Pasalnya, pihak PLN turut merawatnya. Di lokasi ini, sumur diberi penutup berwarna kuning keemasan, diberi keramik warna merah marun dan diberikan rantai pembatas. Letak sumur berada di belakang kantor.

Awalnya, sumur berada di lobi kantor, namun agar para pengunjung lebih leluasa, sumur dipindahkan ke belakang. Hal itu dilakukan oleh Wali Kota Bandung, Wahyu Hamidjaja pada 26 Oktober 1997.

Sumur Bandung tersebut kini seperti menjadi bagian dari interior ruangan yang bentuknya mirip setengah altar, berpagar dengan ornamen huruf “S” dan diberikan penanda semacam prasasti.

Sedangkan untuk sumur yang terletak eks Palaguna Alun-alun Kota Bandung, Pemkot Bandung berencana merevitalisasinya. Di lokasi tersebut terdapat dua sumur.

Ada juga yang menyebut, Sumur Bandung dijaga oleh Nyi Mas Dewi Kentring Manik, penjaga alam gaib Kota Bandung. Dewi Kentring Manik adalah permaisuri Kerajaan Pajajaran, putri dari Prabu Susuk Tunggal yang dinikahi Prabu Siliwangi. Terlepas dari cerita tersebut, sumber air di Kota Bandung emamng harus dijaga, sehingga Kota Bandung akan terhindar dari kesulitan air di masa yang akan datang. (**)

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet