Setidaknya 4.676 Bus Dinyatakan Sehat dan Lolos Uji KIR

  • 80 views
  • 0 comments

BANDUNG, Ekpos.Com---Setidaknya ada 4.676 bus antar kota dalam provinsi (AKDP) dan bus antar kota antar provinsi (AKAP) sudah menjalani uji KIR dengan dinyatakan layak jalan.Hal itu dilakukan  Dishub Jabar diutamakan kendaraan umum yang akan digunakan untuk mudik lebaran dan menimbulkan rasa aman bagi penumpang yang hendak mudik.

"Bus yang layak jalan ini kami pasangi stiker khusus. Jadi calon penumpang tidak perlu khawatir dengan kondisi bus yang sudah kami pasangi stiker. Jadi kalau mau gunakan bus, lihat dulu sudah terpasang stiker atau belum," kata dia.

Untuk mencegah terjadinya kemacetan arus mudik, Dinas Perhubungan Jawa Barat (Dishub Jabar) melarang kendaran besar bermuatan dengan sumbu lebih dari dua untuk tidak beroperasi mulai H-7 hingga H+7. Bahkan Dishub Jabar akan memberhentikan secara paksa jika ada pengendara yang bandel, dan tetap mengoperasikan kendaraannya.

"Apalagi prediksi puncak arus mudik terjadi pada Sabtu pekan ini. Karena libur dimulai Senin depan. Makanya kami sudah imbau agar untuk kendaraan besar tidak beroperasi," ujarnya.

Dishub Jabar akan memberhentikan kendaraan besar bermuatan jika tetap memaksa beroperasi. Kendaraan yang diberhentikan, kemudian digiring untuk masuk ke kantong-kantong parkir yang sudah di siapkan di tiga jalur mudik Jawa Barat.

Menurut Dedi, larangan beroperasinya kendaraan besar bermuatan, karena pada dasarnya wilayah Jawa Barat merupakan wilayah tujuan dan lintasan pemudik. Sehingga akan berdampak membludaknya kendaraan para pemudik. Jika kendaraan besar beroperasi, kemacetan tidak dapat dihindari.

"Kendaran muatan ini, kan, pasti jalannya pelan karena fisiknya juga besar. Ini yang menjadi penyebab kepadatan volume. Jadi kalau ada yang maksa beroperasi kami tindak," kata dia.

Dikungkapkan Dedi, Dishub Jabar sendiri mulai akan melakukan pemasangan fasilitasn angkutan lebaran 2018 di tiga jalur mudik Jawa Barat pada Kamis (hari ini- red).  Percepatan pemasangan fasilitas angkutan lebaran seperti water barier, penunjuk arah, imbauan daerah rawan kecelakaan itu, sengaja dilakukan karena sudah ada pergerakan para pemudik.

"Sudah ada pergerakan pemudik maka kami percepat pemasangan. Sedangkan untuk personel, besok sudah siap ke lapangan. Namun untuk full personel mulai H-7. Pos penghitungan kendaraan di Pantura dan Pansela juga sudah siap semuanya," kata dia.Ganefa

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet