Setahun RK-UU di Jabar Belum Ada Terobosan

  • 0 comments
Setahun RK-UU di Jabar Belum Ada Terobosan

 Bandung Ekpos.com

5 September pekan kemarin tepat setahun pasangan Ridwan Kamil-UU Ruzhanul  Ulum menjabat sebagai gubernur terpilih Jawa Barat, meskipun dirayakan dengan disiarkan secara live di beberapa TV lokal, Anggota DPRD Jabar menilai belum ada program RK yang bisa diukur.

 “Jadi belum ada yang bisa kita ukur, itu juga jadi problem untuk melakukan evaluasi.” Demikian dikatakan anggota fraksi PDI perjuangan DPRD Jawa Barat R. Yunandar Eka Perwira saat ditemui Ekpos.com di ruang sementara Fraksi PDI Perjuangan DPRD jabar Jl. Diponegoro 27 Bandung. Jumat (6/9).  

“Saya tidak ingin terjebak nanti, ukuran keberhasilan itu adalah bukan serapan anggaran, jangan sampai kembali lagi ke sana, tetapi keberhasilan itu yang harus jelas ‘output,  outcome’ dan benefitnya.” Ujarnya.

Disebutkan,  anggota DPRD Jabar yang berangkat dari Daerah pemilihan Bandung Cimahi atau Jabar I ini. Problem utama Gubernur Ridwan Kamil (Emil) sebetulnya adalah pengangguran, kemiskinan dan sumberdaya manusia (SDM). Progam-program yang ada di pak Ridwan kamil ini, sesungguhnya saya belum melihat ke arah sana.

Lebih lanjut dikatakan Yunandar.  Untuk menjawab pertanyaan tersebut, harus jelas dahulu apa arti dari SDM dan apa indikator penilaiannya.

Bila SDM itu pendidikan,  apakah sekarang ini sudah ada peningkatan kualitas dan kuantitas anggaran pendidikan. “terobosannya, belum kelihatan sekarang,” katanya.

Kalau penilaiannya berdasarkan kuantitas, anggaran Pendidikan di Jabar dari dahulu, sejak era Gubernur Ahmad Heryawan (Aher), sampai sekarang sudah tinggi.

“Yang namanya anggaran pendidikan, sudah sangat tinggilah. Walaupun sebagian besar adalah untuk belanja pegawai, karena kita sekarang ini punya limpahan sekitar 20 ribu lebih guru dari kabupaten kota,” katanya.

Soal problem pengangguran, Yunandar mengatakan, solusi pengangguran itu sesungguhnya apa? Apakah membuka lapangan kerja baru melalui investasi, atau membuka lapangan kerja baru dari kewirausahaan.

“Dulu, di zaman Pak Aher ada program yang namanya 100 ribu wirausaha baru, walaupun secara kualitas saya meragukan, tetapi kuantitas jelas 100 ribu. Nah sekarang apa yang bisa mendorong supaya lebih maju lagi,” kata dia.

Dijelaskan Yunandar.  “Katanya Ridwan Kamil membangun pusat pengembangan ekonomi kreatif. Itu belum ada anggarannya,  baru ada di 2019 dan mungkin baru selesai di akhir 2019. Jadi belum bisa kita ukur, itu juga jadi problem untuk melakukan evaluasi,  saya tidak ingin terjebak nanti,karena  ukuran keberhasilan itu bukan serapan anggaran, jangan sampai kembali lagi ke sana, tetapi  ini harus jelas ‘output, outcome dan benefit,” tuntasnya@

 

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet