Sengketa PT SND vs PT ICS, Kades Cikembulan Beberkan Fakta Baru

  • 0 comments

BANDUNG,- Sengketa pabrik pengelolaan serabut kelapa di Kabupaten Pangandaran terus bergulir. Kali ini Kepala Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran, Ramsai Anjasmara, turut buka suara.

Menurut Ramsai, pada tahun 2017 pihaknya menerima permintaan ijin pengelolaan serabut kelapa PT SND Global Cocopeat.

"Memang setahu saya, tahun 2017 akhir yang mengajukan ijin dan kerja sama pengelolaan serabut kelapa PT SND Global Cocopeat," kata Ramsai saat dihubungi, Kamis (30/1).

Namun, kata dia, setelah kejadian kebakaran pabrik pada 26 mei 2018, ada permintaan dari Mr Yoem warga negara Korea yang diketahui sebagai salah satu bagian dari PT SND untuk perjanjian kerja sama baru dengan  PT ICS.

"Saya sempat heran kenapa bisa ganti nama, alasan dia waktu itu karena pemegang sahamnya ganti orang," tuturnya.


Ramsai kemudian membuatkan surat perjanjian baru, namun dengan catatan Mr Yoem membuat pernyataan. Saat ini, Ramsai baru menyadari setelah ada setelah ada gugatan PT SND.


"Ternyata Mr Yoem membuat PT baru untuk mengalihkan aset milik PT SND. Saya benar-benar merasa di tipu oleh pengurus PT ICS," tegasnya.


Oleh karena itu, kata dia, melalui surat no 593/019/DS/2020, pihaknya mengeluarkan surat pencabutan SPK dengan PT ICS.

"Sekarang hanya ada satu SPK yang berlaku yaitu perjanjian kerja sama antara Desa Cikembulan dengan PT SND Global Cocopeat," pungkasnya.


Terkait hal tersebut, Ketua Biro Hukum DPP Manggala Garuda Putih yang merupakan Kuasa Hukum PT SND, M Ijudin Rahmat, mengaku lega dengan adanya bukti baru berupa surat pencabutan SPK dari Desa Cikembulan dengan PT ICS.


"Alhamdulillah dengan keluarnya surat itu jelas bahwa ada upaya mengalihkan aset milik PT SND oleh seseorang, hingga berdirinya PT ICS di lahan sewa milik PT SND," tandasnya. [nie/*]
 

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet