Rem Air Salah Satu Solusi DPU Atasi Banjir di Kota Bandung

  • 92 views
  • 0 comments

BANDUNG--- Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung Arif Prasetya, mengatakan banjir yang terjadi selama ini dipengaruhi oleh curah dan lokasi hujan.  Jika hujan besar terjadi di utara yang terdampak banjir yaitu kawasan Djundjunan (Pasteur), Pagarsih hingga Caringin.

“Sementara hujan besar berasal dari kota menuju timur, banjir menerjang kawasan Arcamanik, Antapani, Kiaracondong, Gedebage dan titik lain di wilayah timur Kota Bandung,” jelas Arif, di Balaikota Bandung, Selasa (13/3/2018)..

Arif mengatakan, pihaknya terus  melakukan sejumlah upaya untuk mengatasi  banjir di Bandung. Salah satunya dengan mengaktifkan kembali anak dan cucu dari Sungai Cikapundung yang jumlahnya mencapai puluhan saluran.  Cara lainnya, kata Arif, adalah kembali meniru peninggalan Belanda yang dulu hidup di Kota Bandung yakni mengaktifkan rem air agar arus air deras dari utara ke pusat kota tidak menyebabkan banjir.

"Ada beberapa rem air seperti Karangsetra, Taman Maluku, Situ Aksan. Selama ini titik-titiknya ditutup, dengan kondisi sekarang  ini yang harus dihidupkan kembali," ujarnya.

Salah satu lokasi yang akan diaktifkan dalam waktu dekat adalah rem air Sirnaraga. Tujuannya yaitu  supaya air yang masuk ke Sungai Citepus tidak langsung mengarah ke Djundjunan dan Pagarsih. Dua hal tersebut merupakan solusi yang akan dilakukan oleh pemerintah dalam penanganan banjir. Namun untuk melaksanakan program tersebut ungkap Arif, memerlukan kajian yang matang, tidak bisa dikerjakan secara instan.

"Kita lihat saja saudara kita di kabupaten (Bandung) sampai sekarang masih terendam (banjir).  Harusnya kita memperbaiki utaranya (kawasan hijau), karena giar mau bagaimana pun (upaya), Bandung, bekas danau purba jadi pasti terjadi (banjir)," tutur Arif. Ganefa

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet