Rektor Mahmud Beri Pencerahan Kepada 367 Penerima BS Bidik Misi

  • 0 comments

Bandung, Ekpos.com

Rektor UIN SGD Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si, memberikan pencerahan dan nasihat kepada 367 mahasiswa penerima bea siswa Bidik Misi  jika ingin  meraih kesuksesan  diperlukan ikhtiar lahir-batin dengan menghormati kepada kedua orang tua dan berbakti kepada guru atau dosen.

"Ibarat roda dalam kendaraan, antara ban di roda depan dan belakang harus sejalan, beriringan, sehingga keduanya sama-sama berhasil sampai ketempat tujuan. Untuk itu, saya titip kedua potensi yang mengedepankan ikhtiar lahir-batin itu tidak bisa dipisahkan, seperti halnya ban kendaraan, satu kempes tidak bisa berjalan dengan lancar, mulus sampai tujuan. Jadi keduanya harus beriringan, sejalan dalam meraih kesuksesan," tegasnya saat membuka acara Sosialisasi dan Pembinaan Mahasiswa Penerima Beasiswa Bidikmisi Angkatan Tahun 2019 yang langsung di gedung Anwar Musaddad, Kampus I, Jl. A.H. Nasution No 105 Cipadung, Cibiru, Kota Bandung, Rabu (06/11/2019)

Acara Sosialisasi dan Pembinaan Mahasiswa Penerima Beasiswa Bidikmisi Angkatan Tahun 2019 ini diikuti oleh 367 mahasiswa baru yang terdiri dari Fakultas Ushuluddin (FU) 40 mahasiswa, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) 79 mahasiswa, Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) 43 mahasiswa, Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) 54 mahasiswa, Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) 34 mahasiswa, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) 35 mahasiswa, Fakultas Psikologi (FPsi) 11 mahasiswa, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) 36 mahasiswa dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) 34 mahasiswa.

Rektor, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si, yang didampingi Wakil Rektor III,  Dr. H. Ah. Fathonih, M.Ag, Kepala Biro Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. H. Jaenudin, M. Ag dan Kepala Bagian Kemahasiswa, H. Wawan Gunawan, S.Ag., MM menegaskan wujud syukur atas terpilihnya menjadi penerima beasiswa bidikmisi itu "dengan mengucapkan kalimat alhamdulillah, syujud syukur. Cara bersyukurnya dengan kuliah sungguh-sungguh, rajin, IPK terbaik di atas 3.00,  lulus tepat waktu, yang dibarengi dengan akhlak kharimah, karena tidak cukup bagi lulusan UIN SGD Bandung hanya mengandalkan kecerdasan intelektual tanpa dibarengi dengan kecerdasan emosional, spiritual,” tegasnya.

Wakil Rektor III, mengingatkan kepada seluruh penerima beasiswa untuk memenuhi segala hak dan kewajibannya. "Pertama, Beasiswa bidikmisi itu tidak gratis, tapi harus dibayar dengan segala kesuksesan. Dari prestasi akademik, aktif berorganisasi dan yang paling utama itu berakhlak mulia. Kedua, soal kesuksesan itu pada dasarnya bukan untuk orang lain, melainkan bagi dirinya, keluarga dan kampus tercinta," tegasnya.

Dari pendaftar online 1.062 orang yang melakukan pemberkasan berjumlah 832 orang, dinyatakan lulus tahap I sebanyak 416, kemudian dilakukan survei lapangan untuk pencocokan data, maka dinyatakan lulus tahap II sebanyak 367 orang. Untuk itu, bersyukurlah kepada Allah atas rizki yang diterima ini. Dengan cara kualiah sungguh-sungguh, lulus tepat waktu dan penuhilah segala hak-hak dan kewajiban selama menerima beasiswa. Caranya dengan memperlihatkan prestasi dan kemuliaan akhlak karena akan banyak godaan dan rintangan nanti setelah melihat perilaku kakak tingkat,” tegasnya.

Mengenai pembinaan penerima beasiswa supaya beda dengan mahasiswa yang tidak mendapatkan beasiswa. “Model pembinaan bagi penerima beasiswa itu di Asramakan. Wajib semuanya mondok di pesantren. Dengan mengutamakan: Pertama, Menamankan nilai-nilai Akhlakul Karimah. Kedua, Mampu membaca Kitab. Ketiga, Hafal Al-Quran.” jelasnya.

Program asrama berbasis pesantren ini merupakan program unggulan bidang kemahasiswaan yang diharapkan menjadi media yang strategis untuk membina kualitas mahasiswa dengan bekal keilmuan berbasis akhlak atau moral-spiritual ala pesntren. "Moden pembinaan ini diharapkan bisa menjadi ciri khas atau kelebihan yang dimiliki oleh mahasiswa yang mendapatkan beasiswa Bidikmisi,” pungkasnya.

Rencananya, seluruh penerima beasiswa Bidikmisi ini akan mondok di tujuh Pondok Pesantren; Al-Ihsan, Al-Wafa, At-Tamur, Al-Hidayah, Al-Musyahadah, Universal dan Arro'id. (Rangga)

 

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet