Rahmat: Terkait Insiden Pemukulan Jangan Libatkan Institusi DPRD Jabar

  • 0 comments

CIANJUR, Ekpos.Com---  Anggota DPRD Jawa Barat Rahmat Hidayat Djati anggota DPRD Jabar dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan bertanggung jawab atas kasus pemukulan yang dilakukan sopirnya berinisial U (39), dan akan memberikan pembinaan agar tidak mudah terpancing emosi.

"Saya bertanggungjawab dan saya akan bina anak buah saya untuk tidak emosional," ucapnya di Mapolsek Pacet Kabupaten Cianjur, Kamis (18/6/2020).

Rahmat juga meminta maaf kepada warga Jawa Barat baik secara pribadi maupun sebagai anggota DPRD Jabar, atas kegaduhan yang terjadi akibat insiden pemukulan tersebut. Ia juga meminta agar warga tidak menyalahkan lembaga DPRD Provinsi Jawa Barat, sebab insiden tersebut secara personal tanpa ada ikatan dinas.

"Ini tidak ada kaitannya dengan lembaga DPRD, mohon tidak menyalahkan lembaganya meskipun status anggota DPRD melekat pada diri saya. Saya mohon maaf pada masyarakat Jawa Barat," ungkapnya.

Dikatakanya, insiden itu terjadi di area resto Hotel Le Eminence, Cianjur beberapa hari lalu itu tanpa sepengetahuan ataupun atas perintahnya.

"Respons saya dalam pembicaraan agak di luar kontrol, ya karena memang sangat lapar. Rupanya staf saya terpancing emosi sehingga melakukan tindak penyerangan di luar dugaan, terhadap pegawai hotel. Insiden kemarin yang tidak kami inginkan, tapi kejadiannya sudah terjadi,” jelasnya.

Kedatanganya ke Mapolsek selain untuk memberikan keterangan yang dibutuhkan penyidik, juga sekaligus untuk meminta pada pihak hotel dan korban yang juga hadir untuk dapat menyelesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan.

“Alhamdulillah tadi kami sudah ketemu dengan pihak hotel dan korban dan secara kemanusiaan kami sudah saling memaafkan. Namun untuk proses hukum pihak hotel tetap meminta agar kasus tersebut dilanjut. Ya kita lihat perkembanganya ke depan,” katanya.

Namun begitu ia tetap berharap agar kasus tersebut bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan.

“Ya kalau memang kasus ini tetap berlanjut, kita ikuti sesesuai proses hukum yang berlaku. Namun saya berharap kasus ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan,”harapnya.

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet