Program Magister S2 Hukum UIN Bandung Kunjungi DPR RI

  • 42 views
  • 0 comments

JAKARTA, Ekpos.Com---Program Magister S2 Ilmu Hukum Univesrsitas Islam Negeri (UIN) Bandung kunjungi bilik kamar Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) baru-baru ini.

 

Meski dijadwalkan oleh pihak DPR-RI acara dimulai pukul 08:00 namun baru dapat di laksanakan pada pukul 09:00 dan tidak di hadiri perkawakilan anggota Dewan, namun acara tetap berjalan dengan lancar di tangani oleh Humas Setjen DPR-RI, Ibu Erna Agustina, S.Sos.

"Suatu cara pengayaan matakuliah dan edukasi dalam rangka memperluas subjek dan objek ajar juga sebagai ajang mencari inspirasi untuk bahan memenuhi tugas akhir dan sebagai bentuk dukungan UIN Bandung kepada DPR RI, harapan kami dengan kunjungan ini semoga bermakna sebesar-besarnya untuk seluruh rakyat" ungkap Dr. H. Tatang Astarudin, S.Ag, S.H, M.Si, Ketua Jurusan Ilmu Hukum UIN Bandung.

Drs. H. Tatang Astarudin, berpesan dalam sambutannya, agar seluruh peserta bisa menikmati  perjalanan, dan jangan merasa di rendahkan.

“Ini perogram sepontan dalam rangka pengayaan wawasan perluasan sumber ajar" ujarnya.

Erna Agustina S.sos. Kepala bagian Sub Humas DPR-RI, dalam pemaparannya mereka menampilkan prestasi institusi DPR RI dari waktu ke waktu. Sebagai upaya mendorong legislasi yang berkualitas dan membangun sistem pendukung yang memadai untuk fungsi-fungsi DPR RI supaya semakin berkualitas.

"Berkontribusi kepada negara, bisa dengan mempelajari fungsi DPR, dan kami memiliki website www.dpr.go.id untuk mewadahi masyarakat yang ingin mengaspirasikan pendapatnya"katanya.

Ia mengungkapakan, karena tahun ini adalah tahun politik , ia menghimbau untuk kontribusi rakyat pada negara ada banyak hal salasatunya adalah dengan tidak golput.

"Kita, dalam hal ini sebagai rakyat memiliki power untuk memilih pemimpin 2019 karena rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi"katanya.

Andam Perwitasari, Pranata Humas DPR-RI mengatakan, mulai dari mendapat kertas pilihan, kemudian membuka kertas untuk mencoblos di bilik suara, melipat dan memasukan suara kita ke kotak suara. Mungkin tidak lebih dari 5 menit tapi itu menentukan masa Indonesia 5 tahun kedepan.

"Buta paling buruk adalah buta politik, abainya warga negara terhadap politik maka dampak nya adalah dengan lahirnya anak terlantar dijalanan, prostitusi, pendidikan yang buruk dan pekerja asing dari luar negeri," Pungkas Andam.

Kedatangan mahasiswa Program Pascasarjana Ilmu Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung ini, disambut resmi BPHN bekerjasama dengan Kabag Humas dan TU, ibu Erna Priliasari di Aula lt. 4 gedung BPHN.(Ahmad)

 

 

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet