Polres Cimahi Gelar Apel Pergeseran Pasukan Dalam Rangka Pengamanan TPS Pemilu Tahun 2019

  • 0 comments

CIMAHI, Ekpos.com – Pengamanan pelaksanaan pemungutan suara Pemilu 2019 di Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) akan dikawal dan dijaga oleh sebanyak 1.673 personel gabungan dari Polri dan TNI.

Hal ini terungkap pada Apel Pergeseran Pasukan Dalam Rangka Pengamanan TPS Pemilu Tahun 2019 di Lapangan Rajawali, Cimahi, Senin (15/4/2019), diikuti personel Satgas Operasi Mantap Brata Lodaya 2018 dan Pam TPS BKO Satwil jajaran Polda Jabar.

Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana Suryanagara mengatakan, apel unsur TNI dari Kodim 0609/Kabupaten Bandung dan Polri adalah untuk pengecekan kesiapan personel dan sarana prasrana menjelang Hari H pencoblosan. Sejak Minggu (14/4/2019), petugas melakukan pemantauan dan patroli pengenalan karakteristik wilayah dan berkoordinasi dengan pihak KPPS.

Pada kesempatan ini AKBP Rusdy Pramana Suryanagara mengatakan, apabila ada kejadian yang mengganggu pelaksanaan pemungutan surat suara hingga mengancam jiwa petugas maupun masyarakat maka akan dilakukan tindakan tegas.

"Apabila ada ancaman baik terhadap petugas maupun masyarakat yang mengancam jiwa maka akan diambil tindakan tegas dan terukur," tegasnya.

Ia mengatakan, khusus personel dari Mapolres Cimahi akan diturunkan sebanyak 862 personel, sedangkan personel TNI kurang lebih sebanyak 500 personel.

"Kemudian ditambah Bantuan Kendali Operasi (BKO) dari Polda Jabar sebanyak 311 personel," ucapnya.

Ia menambahkan, untuk pengamanan pihaknya akan dibantu anggota Satbrimob Polda Jabar sebanyak 2 pleton, kemudian BKO dari Sabhara Polda Jabar sebanyak 1 SSK.

Sementara Dandim 0609/Kabupaten Bandung, Letkol Arh Teguh Waluyo menyebutkan, pihaknya menyiapkan 1.111 personel yang dibagi 500 personel di wilayah Kota Cimahi dan sisanya di Kabupaten Bandung. Pihaknya memberikan perhatian lebih kepada daerah-daerah yang rawan bencana khususnya banjir. Untuk itu telah dilakukan komunikasi dengan pihak KPU agar menggeser TPS-TPS yang rawan ke tempat aman. Meskipun lokasinya sedikit jauh, diharapkan warga tetap antusias datang ke TPS.

"Kami ingin agar lokasi TPS berada di tempat aman, jadi ada yang digeser. Keberadaan kami hanya mem-back up polisi dengan menyiagakan personel di lapangan untuk ikut mengawal proses pemungutan suara, penghitungan, dan pendistribusian kotak suara," ucapnya. (adero)

 

 

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet