Polisi Masih Dalami Kasus Bus Maut Yang Renggut Puluhan Korban di Sukabumi

  • 38 views
  • 0 comments

BANDUNG, Ekpos.Com---Polda Jabar masih mendalami apakah ada unsur kesengajaan atau kelalaian kasus bus terjun ke jurang yang menwaskan 21 orang di Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (8/9/2018).

"Sejauh ini kita masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap sopirnya yang baru kita tangkap," kata Kapolda di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (10/9/2018).

Dikatakannya, bus maut tersebut merupakan bus sewaan. Untuk mendapatkan keterangan yang lebih jelas, penyidik akan mengkonfrontir keterangan sopir dan kernet  dengan penumpang yang selamat, mengenai fakta yang terjadi sebelum kecelakaan maut tersebut.

"‎Dari informasi yang didapat, ada overcapascity jumlah penumpang. ‎Jadi bus itu bukan bus trayek, melainkan bus sewaan. Kami akan kembangkan konfrontir dengan penumpang yang selamat," ujar Kapolda.

Terkait jalur jalan yang tergolong rawan kecelakaan karena disertai tanjakan, turunan dan tikungan ‎tajam Kapolda menyatakan akan melakukan evaluasi kelayakan jalan dengan pemerintah. Selain itu, melakukan pendalaman terhadap faktor kesengajaan dibutuhkan,  untuk menentukan ada atau tidaknya tindak pidana dalam kecelakaan tersebut.

"‎Jalan menuju Pelabuhanratu memang jalurnya. Saya sudah meminta dinas perhubungan, supaya  menambah jumlah rambu-rambu untuk berhati-hati saat melintas kawasan tersebut," ujarnya.***


Mobil Dinas Ketua DPRD Cimahi Dibobol Maling

CIMAHI, Ekpos.Com--- Mobil dinas Ketua DPRD Kota Cimahi, Achmad Gunawan (Agun) dijarah maling saat diparkir di kantor DPC PDIP Kota Cimahi, Jalan Pesantren, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Sabtu (8/9/2018) sekitar pukul 19.00 WIB

Mudus yang digunakan maling, dengan mememecahkan kaca mobil sedan Toyota Camry bernopol D 3 T itu, sebelum akhirnya mengambil tas berisi dompet, emas dan ponsel milik istrinya serta dokumen penting. Akibat kejadian tersebut, Agun derita kerugian puluhan juta rupiah.

"Ya untuk total kerugiannya diperkirakan Rp 10 jutaan. Tapi untuk kaca mobil memang pakai asuransi," ujarnya saat ditemui di Kantor DPRD Kota Cimahi, Jalan Djulaeha Karmita, Kota Cimahi, Senin (10/9/2018).

Menurut Agun, di sekitar Jalan Pesantren itu memang rawan pencurian, sebelumnya dua rekannya pun sempat mengalami hal serupa yang dialaminya.

"Di situ kejadiannya lebih dari tiga kali, berarti daerah itu memang sudah tidak aman," katanya

Ia mengatakan saat pencurian, suasana di sekitar tempat kejadian terbilang ramai, karena ada kegiatan rapat internal DPC PDIP Kota Cimahi. Atas hal tersebut, Agun langsung menghubungi aparat Polres Cimahi untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan.

"Maksud saya menghubungi bapak kapolres, karena di situ kejadiannya lebih dari 1 kali. Bahkan ada tetangga di situ juga pernah jadi korban," katanya

Agun juga mengaku telah meminta pihak kepolisian dan aparat setempat untuk lebih memperketat pengamanan. Sehingga masyarakat sekitar lokasi tersebut merasa aman dan nyaman.***

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet