Penyuap Bupati Subang Divonis 2,5 Tahun Penjara

  • 22 views
  • 0 comments
Penyuap Bupati Subang Divonis 2,5 Tahun Penjara

BANDUNG. BEDANews.

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung memvonis Puspa Sukrina alias Ko Asun, hukuman 2 tahun 6 bulan penjara. Direktur Utama PT Pura Binaka Mandiri dan PT Alfa Sentra Property itu terbukti secara sah dan meyakinkan memberikan suap kepada Bupati Subang saat itu, Imas Aryumningsih, untuk pengurusan izin di Kabupaten Subang.

Hal itu terungkap dalam sidang beragendakan putusan, di Pengadilan Tipikor Bandung, Jln. L.L.R.E Martadinata, Kota Bandung, Selasa (4/12).

Selain hukuman badan, Ko Asun juga diharuskan membayar denda sebesar Rp 100 juta subsider 1 bulan kurungan.

"Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana diatur didalam pasal 5 ayat satu (1) huruf a Undang-Undang tindak pidana korupsi, junto pasal 55 dan pasal 64 KUHP. Menjatuhkan pidana penjara selama dua tahun dan enam bulan," tutur Ketua Majelis Hakim, M. Razad.

Hukuman yang dijatuhkan hakim itu lebih ringan dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK. Sebelumnya, jaksa menuntut pengusaha besar di Pantura itu dengan hukuman 3 tahun penjara, denda sebesar Rp 200 juta dengan subsider kurungan penjara selama tiga bulan.

Dalam pertimbangan putusannya, hakim mempertimbangkan mengenai hal yang memberatkan, yaitu terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi.

Hal yang meringankan, terdakwa mengakui kesalahannya, telah mengembalikan uang, sopan dalam persidangan dan masih punya tanggungan keluarga.

Atas putusan itu, baik terdakwa maupun jaksa KPK menyatakan pikir-pikir.

Dalam amar putusan tersebut, hakim menyebutkan Puspa Sukrisna alias Ko Asun telah menyuap Bupati Subang saat itu Imas Ariyumningsih.

Hakim menyatakan terdakwa melakukan, menyuruh melakukan dan yang turut serta melakukan beberapa perbuatan yang ada hubungannya sedemikian rupa hingga harus dipandang sebagai satu perbuatan berlanjut memberi sesuatu.

"Yakni berupa uang seluruhnya sejumlah Rp 1,25 miliar kepada penyelenggara negara," katanya.

Uang sebesar itu diberikan kepada Imas Aryumningsih (tervonis 6,5 tahun), Asep Santika (tervonis 5 tahun), dan Darta (tervonis 5 tahun) melalui Miftahudin yang telah divonis dua tahun dalam berkas tuntutan terpisah.

Hakim merinci, uang senilai Rp 1,25 miliar tersebut digelontorkan dengan rincian kepada Asep Santika Rp 40 juta, Darta Rp 824 juta, kemudian kepada Imas Aryumningsih senilai Rp 300 juta, fasilitas kampanye, dan uang tunai  Rp 110 juta.

Padahal patut diduga uang tersebut ada hubungannya dengan jabatan mereka sebagai penyelenggara negara, yakni untuk meloloskan atau mengeluarkan izin prinsip dan izin lokasi PT Alfa Sentra Property di Kabupaten Subang. [lanie]


 

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet