Pengusaha Kecil Coklat Sulteng Studi Banding Ke Garut

  • 86 views
  • 0 comments

SULTENG, Ekpos.Com---Untuk meningkatkan produksi dan meningkatkan kualitas, pelaku usaha kecil coklat Sulawesi Tengah (Sulteng) lakukan studi banding ke Garut, Jawa Barat, Senin lalu. Dari hasil kunjungan tersebut, diharapkan mereka dapat menimba ilmu yang bisa direalisasikan di daerahnya.   

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Kecil Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Tengah, Arifin S Ahmad, menjelaskan, di pilihnya Kabupaten Garut, berdasarkan informasi dan sesuai data yang jelas, bahwa Garut memiliki pabrik cokelat terbesar diIndonesia.

" Karena permintaan pelaku usaha kecil untuk bisa difasilitasi dalam pengembangan kualitas produksi coklat. Maka kami lakukan pengecekan daerah yang ada pengelolaan coklatnya. Maka datanya di kabupaten Garut. " Jelasnya.

Apalagi, Garut,  akan membangun perkampungan "cokelat" yang dikemas sebagai obyek wisata. Sehingga, para pelaku usaha kecil Sulteng dibidang coklat bisa mencoba mengolah serta membuat produk makanan cokelat sendiri.

“Produk "Cocodot" (Cokelat dengan Dodol Garut), sangat dikenal di pasaran. Kami ingin belajar untuk bisa bagaimana mengolah sendiri dan memasarkannya,”katanya.

Kunjungan kerja yang berlangsung pada 28 hingga 30 Maret itu diikuti enam peserta dari pelaku usaha kecil coklat. 

" Kami disambut baik oleh Pemerintah Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat. Begitu juga dengan pihak perusahaan pabrik pengelolah coklat itu. " Ungkapnya.

Pada kunjugan kerja itu juga  Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Kecil Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Tengah menandatangani surat kesepakatan bersama atau Memorandum of Understanding (MoU).

" Secara geografis sulteng merupakan daerah yang terkena garis wilayah katulistiwa sehingga dengan iklim yang panas sangat diperlukan cara untuk  mensiasati pengembangan dan pengelolaannya cokat. Karena itu, rencananya tahun depan kita akan folowup atau tidak lanjuti dengan mendatangkan instruktur dari Jawa Barat untuk bisa memberikan bimbingan disulteng."katanya.

Selain itu, pada 4 hingga 6 April 2018, Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Kecil Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Tengah, juga mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) tentang pemberdayaan usaha koperasi dan mikro kecil menegah.

 " Ini merupakan rutinitas  Kementerian Koperasi jadi pesertanya seluruh pemerintah provinsi, kabupaten dan kota bagi dinas yang menangani koperasi dan usaha mikro kecil, "Jelasnya.

Menurutnya, tema yang diangkat terkait sinergi antara pusat dan daerah dalam pemberdayaan usaha mikro kecil dan koperasi. (R.Nur)

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet