Penguatan Komparasi Kurikulum Konsep Keislaman Solusi Hadapi Revolusi 4.0

  • 0 comments

BANDUNG, Ekpos.Com--- Dekan Fikom Unisba, Septiawan K. Santana mengatakan, penguatan pendidikan karakter dan kompetensi menjadi hal yang tidak mungkin tergantikan dengan kondisi perubahan zaman. Untuk itu, penguatan komparasi antara kurikulum dengan konsep keislaman, lebih relevan dan dapat menjadi solusi menghadapi tantangan revolusi industri 4.0 dibandingkan dengan harus menambah jumlah prodi baru.  

"Jadi, tantangan era disrupsi tersebut masih pada penguatan skil belum sampai pada tataran profesi. Untuk itu, penguatannya di kurikulum. Jadi, kita mempersiapkan dulu skill mahasiswanya, dengan begitu tantangan apapun bisa dilalui," ujarnya usai kegiatan milad Fikom Unisba ke-36 di Aula Unisba, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Kamis (27/6/2019).

Dikatakanya, meskipun sudah banyak acuan dan referensi tantangan revolusi industri yang ia pegang, namun wujudnya belum bisa diaplikasikan dalam sebuah profesi bidang komunikasi. Dengan adanya era disrupsi tidak berarti meniadakan jurusan/prodi/kajian ini,  tapi yang harus berubah adalah indsutri medianya. Karena, mau tidak mau harus mengikuti perkembangan zaman.

“Jadi, profesi wartawan akan masih tetap dibutuhkan, meski saat ini memasuki era industri 4.0 yang lebih memaksimalkan penggunaan internet dan digitalisasi dalam setiap aspek,”ungkapnya.

Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi informasi justru akan menambah kualitas produk jurnalistik dari sisi tampilan. Profesi wartawan itu sendiri, menjadi pekerjaan yang menarik karena didukung kecanggihan teknologi.

"Menjamurnya portal berita dalam jaringan (online) saat ini, menjadi bukti . Untuk itu, profesi wartawan harus selalu dinamis, serta harus bernai melakukan inovasi dan improvisasi dalam menyajikan informasi kepada masyarakat.  Konten berita yang mudah diakses, didukung oleh kecanggihan teknologi dengan tidak mengilangkan nilai kredibilitas, akurat, dan bermanfaat bagi semua," ucapnya

Hal inipun menurutnya menjadi tantangan bagi Fakultas Ilmu Komunikasi yang menjadi induk disiplin ilmu profesi wartawan. Unisba, telah menyesuaikan dengan kondisi saat ini khususnya terkait digitalisasi kepada para wartawannya.***

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet