Pengelola Pabrik Pembuang Limbah Terancam Dijerat Pasal Korupsi

  • 82 views
  • 0 comments

BANDUNG, Ekpos.Com--- Pemprov Jabar bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mengkaji kemungkinan penerapan pasal pidana korupsi, kepada pengelola pabrik yang membuang limbah ke sungai tanpa mengelolanya lebih dulu sesuai aturan.

Dengan demikian, pengelola pabrik yang membuang limbah ke sungai, terutama Sungai Citarum, bisa ditindak langsung oleh KPK.

“Hal ini untuk menciptakan efek jera yang besar kepada para pencemar lingkungan karena telah merugikan bangsa dan negara. Sehingga nanti penyelidikan, penyidikan penuntutan, pemutusan perkara, biar jadi domain KPK yaitu korupsi," kata Iriawan di Gedung Sate, Bandung, Kamis (5/7/2018).

Namun dikatakan Iwan, kemungkinan penerapan pasal pidana korupsi terhadap masalah lingkungan oleh KPK ini,  tengah dikaji bersama dinas terkait. Masalah limbah kini sudah menjadi sorotan internasional, karena telah merugikan negara, terutama masyarakat sekitar Sungai Citarum.

"Saat ini KPK tengah mengkaji dengan dinas lingkungan, untuk dapat menerapkan pasal-pasal yang ada korupsi kepada para pelaku dari pengusaha yang membuang limbah sembarangan. Kita harapkan KPK bisa menerapkan pasal korupsi di pabrik-pabrik yang buang limbah sembarangan. Rakyat Jabar yang tinggal di sekitar Sungai Citarum sudah sengsara, banyak yang berpenyakit serta mengakibatkan ekosistem mati," paparnya. ***

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet