Pendukung Kuwu Cipanas Ancam Wartawan Patrolicyber.com

  • 0 comments

CIREBON, Ekpos.Com--- Merasa terancam keselamatan jiwa serta keluarganya, Purwanto wartawan cetak SKI PATROLI dan media online patrolicyber.com meminta perlindungan polisi. Ia kerap mendapat tekanan dan ancaman dari sekelompok orang yang diduka pendudukung Kuwu Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon.

Menurut Penuturan Purwanto, terror tersebut berawal dari informasi yang diterimanya tentang rencana lelang jabatan perangkat desa yang dilakukan oleh Kuwu Desa Cipanas, Maman.  Dimana beberapa perangkat desa yang ada, sempat dimintai sejumlah uang dengan kisaran Rp 30 juta sampai Rp 70 juta.

Namun saat mau konfirmasi, justru malah kuwu yang telepon dirinya sambil membentak dan sedikit mengintimidasi. Padahal sudah menungkapkan kalau dirinya hanya ingin konfirmasi terkait lelang jabatan tersebut.

“Kamu maunya apa? Rese pisan. Kemarin menerbitkan masalah sampah, sekarang masalah reshuffle perangkat. Kamu ada dimana kita ketemu. Saya tidak takut sama kamu silakan saja mau secara fisik atau apa hayu tidak takut,” ungkapnya menirukan ucapan kuwu.

Dan tak hanya itu, skelompok orang yang diduga pendukung Kuwu Maman menyatroni rumahnya dan meminta Purwanto untuk tidak mengusik Kuwu Maman.

“Tak lama setelah mereka pulang, saya menerima whats up dari nomor yang tidak saya kenal. Isinya salah satunya mengancam kalau saya maju selangkah lagu tanggung resikonya,” jelasnya.

Adanya ancaman akhirnya Purwanto melaporkan hal tersebut ke Polres Cirebon. Bahkan beberapa orang saksi telah dimintai keterangan oleh penyidik dan tinggal meminta keterangan dari pihak Kuwu Maman.

Namun tak selang waktu lama tepatnya tanggal 2 Juni 2020, sekelompok orang menjambangi rumah mantan mertua Purwanto, karena saat itu kebetulan Purwanto sedang berada di rumah tersebut. Bahkan mereka pun melakukan pelemparan terhadap rumah dan mobil Purwanto. Merasa dirinya terancam Purwanto mencoba mengamankan diri, karena ada upaya dari sekelompok orang tersebut untuk melakukan kekerasan fisik dan sempat meneriakinya maling. Beruntung sebelum hal tersebut terjadi petugas Polsek Dukupuntang segera datang mengamankan suasana yang sudah mulai panas.

“Namun yang saya gak terima, mereka mencoba melakukan pemukulan untung saya sempat menghindar. Kalau tidak ada petugas polsek gak tahu apa jadinya,”jatanya.

Atas kejadian tersebut, Purwanto meminta agar polisi segera mengambil langkah sigap untuk mengungkap kasus pengancaman yang dilakukan sekelompok orang yang diduga pendukung Kuwu Maman tersebut.

“Saya berharap polisi segera mengusut tuntas kasus ini. Karena kalau tidak diprosews secara hukum, kasus serupa bisa saja terjadi pada sejawat dan seprofesi seperti saya,” harapnya seraya menyesalkan di era keterbukaan publik ini masih ada seorang pemimpin bersifat arogan ketika dikonfirmasi wartawan.

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet