Pemprov Jabar Berhentikan 22 ASN Secara Tidak Hormat

  • 0 comments

BANDUNG, Ekpos.Com---Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberhentikan 22 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara tidak hormat pada 21 Januari 2019.

 Pemberhentian itu sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri yang dikeluarkan September 2018 lalu.  Dalam SKB yang ditandatangani Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menpan RB Syafrudin dan Kepala Badan Kepegawaian Nasional Haria Wibisana tersebut, meminta agar segera memberhentikan para ASN atau PNS yang terlibat tindak pidana korupsi dan berkekuatan hukum tetap hingga awal 2019 ini.

Menindaklanjuti SKB tersebut, Pemprov Jabar melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) telah menjatuhkan sanksi pemberhentian tidak hormat kepada 22 orang terdiri dari 8 ASN aktif dan 14 pensiunan pada 21 Januari lalu. Ke 22 orang tersebut diberhentikan dari status kepegawaian atau pensiunan serta hak-hak seperti gaji, tunjangan dan uang pensiun.

"Saya lakukan langkah tegas tersebut sesuai aturan, dan sudah dilakukan saya kira," kata Gubernur Jabar Ridwan Kamil kepada wartawan, Minggu (3/2/2019).

Emil mengungkapkan, pemberhentian sebagai tindak lanjut dari instruksi dari pemerintah pusat dan atas dasar tersebut Pemprov Jabar mengeluarkan SK pemberhentian kepada para ASN tersebut.

"Saya sudah arahkan mengikuti aturan. Bahwa aturannya harus diberhentikan kita berhentikan pakai SK," ujarnya.

Kepala BKD Jabar Yerry Yanuar membenarkan telah memberhentikan ASN yang terlibat tindak pidana korupsi sesuai arahan pemerintah pusat. Sebanyak 22 ASN itu diberhentikan secara tidak hormat.

"Kita melaksanakan tugas dari SKB 3 menteri dan ini dimonitor oleh KPK. Mereka memantau sampai mana pelaksanaannya. Baru 22 orang berdasarkan dari BKN, karena kami daerah sifatnya menerima dan melaksanakan," ujarnya.

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet