Pemkot Cimahi Lakukan Pembiaran, 32 Tower MCP Ilegal Berdiri Bebas

  • 97 views
  • 0 comments

CIMAHI--- Diduga, sebanyak 32 tower Micro Cell Pole (MCP) yang berdiri di sejumlah titik di Kota Cimahi tak mengantongi izin. Hal itu diperparah lokasi berdirinya tower tersebut di dekat kantor dan lingkungan kelurahan di Kota Cimahi. Sehingga mengundang kesan kalau pemerintah melakukan pembiaran. Berdasarkan penelusuran dan iformasi di pangan pemilik tower ilegal tersebut diduga milik PT Bali Towerindo.

“Keberadaan tiang pengganti itu, menandakan lemahnya pengawasan dan ketegasan dari Pemerintahan Kota Cimahi. Bahkan kalau di lihat dari lokasi berdirinya tiang-tiang itu, saya rasa ini ada pembiaran,” kata Barkah Setiawan, Ketua Komisi I DPRD Kota Cimahi, di Pendopo DPRD Cimahi, Jalan Djulaeha Karmita, Minggu (11/3/2018).

Pihaknya memantau, MCP ilegal tersebut dibiarkan berdiri sejak 2014 lalu tanpa mengantongi izin. Namun dengan kurun waktu tersebut  tak ada upaya dari pemerintah melakukan penertiban. Dengan kondisi tersebut,  Barkah pun menuding ada pihak dari Pemerintah Kota Cimahi yang bermain di belakangnya.

“Bukan waktu sebentar, kenapa pemerintah membiarkan pelanggaran yag dilakukan para pengusaha MCP ini. Hal inio tentunya menjadi tamparan bagi pemerintah daerah termasuk DPRD. Bagaimana tidak, tiang itu berdirinya tidak tersembunyi, tapi kenapa didiamkan selama bertahun-tahun,” ungkapnya.

Diungkapkan Barkah, pemerintah bukan  mempersulit investasi di Cimahi. Namun investor pun harus menaati segala peraturan yang ada di Cimahi. Jika eksekutif melalui dinas perizinan dan pendapatan serta penegak perdanya tidak berjalan dengan baik, kata dia, maka potensi berdirinya bangunan ilegal semacam tiang MCP, serta minimarket dan yang lainnya jelas akan semakin menjamur.

“Kalau ini dibiarkan, nanti berbagai investasi ilegal akan terus menjamur dan didirikan seenaknya saja. Dengan begitu kita tidak dapat menyerap potensi pendapatan daerah, apalagi untuk dapat meningkatkanya. Untuk itu, dalam waktu dekat ini kita akan melakukan sidak,” jelasnya. Ganefa

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet