Pemkot Bandung Telah Renovasi 1800 Rutilahu

  • 0 comments

BANDUNG, Ekpos.Com---Sebanyak 1.800 rumah tidak layak huni atau rutilahu di Kota Bandung, telah direnovasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Penduduk dan Pertamanan (DPKP3). Untuk setiap rutilahu, Pemkot mengucurkan bantuan biaya renovasi sebesar Rp 15 juta.

"Kita memang menargetkan tahun ini sebanyak 1.800 sampai 2.000 unit rumah tidak layak yang kita bisa tangani," kata Sekretaris DPKP3 Kota Bandung, Agus Hidayat pada acara Bandung Menjawab di Ruang Media Balai Kota Bandung, Kamis (7/11/2019).

Agus menyampaikan, dana yang diberikan untuk biaya renovasi sifatnya stimulan karena sebesar Rp 15 juta tidak cukup untuk memperbaiki rumah. Diharapkan dana stimulan tersebut dapat memancing partisipasi warga untuk memperbaiki rutilahu di sekitar tempat tinggalnya.

"Itu sebagai stimulan. Selanjutnya saling bantu dari warga di lingkungannya," katanya.

Agus mengungkapkan, warga biasanya memberlakukan sistem iuran. Ada kesepakatan di antara warga untuk menetapkan rumah yang diprioritaskan untuk direhabilitasi. Sampai selanjutnya pemerintah kembali memberikan dana stimulan tersebut.

Agus memastikan, dana renovasi rutilahu tepat sasaran. "Kita juga punya tim pengecekan lapangan, bahkan ada data yang menunjukan dalam satu rumah ada 8 keluarga," katanya.

Selain rutilahu, DPKP3 Kota Bandung tengah fokus untuk mengurangi wilayah kumuh. Saat ini daerah timur dan utara Kota Bandung sudah tidak ada kawasan kumuh. Di wilayah ini, bangunan-bangunan yang ada sudah memenuhi kriteria baik dari sisi konstruksi maupun lingkungan serta sarana dan prasarananya.

"Berdasarkan data, kawasan kumuh di Kota Bandung saat ini tersisa di tengah kota dan barat. Untuk penataan kawasan kumuh, sekarang kita lebih fokusk ke perbaikan sanitasi, perbaikan sarana air bersih, perbaikan toilet atau MCK dengan membuat septick tank komunal. Kita akan lihat data PIPPK, sudah berapa kawasan kumuh yang ditangani melalui program sarana lingkungan," tutur Agus.*

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet