PDAM Tirta Satria Akan Resmikan IPA di Gunung Tugel Bertepatan HUT RI

  • 2 comments

Banyumas, Ekpos.com

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Satria Kabupaten Banyumas merencanakan kemungkinan akan memanfaatkan moment HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke 71/ 17 Agustus 2016 mendatang untuk meresmikan penggunaan instalasi pengolahan air minum (IPA) di Gunung Tugel, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas yang telah selesai dibangun akhir tahun 2015 lalu.

Direktur Utama PDAM H. Agus Subali, SE, AK melalui Direktur Teknik Ir. Kemas Syamsul Qomar saat ditemui wartawan pekan lalu mengungkapkan, secara fisik pembangunan IPA Gunung Tugel memang telah selesai, tetapi sekarang masih dalam tahap uji coba mulai dari INTIK hingga pompa penampung kemudian masuk ke Instalasi pengolahan.

Menurut Kemas, proses uji coba dalam beberapa minggu terakhir terdapat kendala dari pipa yang sudah dipasang terlebih dulu tahun 2012/ 4 tahun lalu tertanam di tanah tapi masih belum difungsikan sehingga banyak sambungan yang sudah lepas maupun getas.

Kondisi jalan di sekitar Gunung Tugel itu juga beberapa kali pernah terjadi longsor, sehingga mempengaruhi terhadap kekuatan pipa-pipa yang sudah terpasang 4 km mulai dari aliran sungai Serayu di desa Pegalongan, Kecamatan Patikraja sampai ke bangunan IPA Gunung Tugel.

Didampingi Direktur Administrasi Charis, Dirtek Kemas menjelaskan, dari hasil evaluasi terdapat beberapa titik lokasi pipa-pipa yang bocor. “Kita tidak mengharapkan nanti air sudah masuk instalasi dan sudah diolah sudah didistribusikan ke pelanggan tapi masih ada masalah, sehingga perlu dituntaskan terlebih dulu dan masyarakat pelanggan diminta bersabar menunggu pendistribusian hingga aman tidak ada masalah, baru kemudian diresmikan secara seremonial oleh bupati,” jelasnya.

Direncanakan, IPA Gunung Tugel dapat memproduksi 250 liter/detik dengan tahap awal kapasitas operasional dari 50% sesuai dengan kebutuhan serta animo masyarakat pelanggan kalau dioperasikan maksimal sedangkan bila jumlah pelanggan tidak banyak maka airnya tidak akan bermanfaat. Secara teori bila 250 liter/detik dapat melayani 20 ribu pelanggan, tapi kalau beroprasi dikisaran 50 liter/detik bisa untuk melayani 9 ribu pelanggan, sementara untuk kawasan Purwokerto Selatan selama ini belum bisa dilayani secara optimal baik pada malam atau siang hari.

Masih menurut Ir. Kemas, air minum yang diproduksi PDAM Tirta Satria untuk bisa memberikan pelayanan sebaik-baiknya, bersumber dari mata air yang sangat fluktuatif tergantung musim, tapi ada juga yang bersumber dari aliran air sungai yang pada saat musim hujan, produksi IPA harus dihentikan sementara karena air sungai menjadi kotor/keruh.

“Karena kemampuan kapasitas pengolahan kita untuk proses penjernihan air kotor akibat hujan kekeruhannya melebihi 1000 NTU atau unit satuan tentang kekeruhan tidak pas lagi diolah,” katanya.

Diakui, IPA yang dikelola PDAM Tirta Satria sebetulnya tidak mampu mengolah dengan sempurna dan kualitasnya juga kurang memenuhi syarat, dampaknya, pipa di dalam menjadi kotor. “Meski begitu berbagai upaya terus dilakukan oleh perusahaan untuk dapat melayani kebutuhan para konsumen yang jumlahnya kian meningkat,” ujar Kemas (Widoyo) 

Komentar
  • Yundita oksatama
  • 12 Mar 2020 17:05:27

Untuk ipanya sendiri menggunakan apa ya kalo boleh tau

  • Yundita oksatama
  • 12 Mar 2020 20:07:46

Untuk pembubuhan bahan kimianya memakai apa ya di ipam itu sendiri untuk desinfeksi memakai klor yang bagaimana & koagulannya ?

Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet